TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Setelah berjibaku selama 2,5 jam, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD Damkar, Ralawan Matabu Jaya dan Sulung Rescue berhasil mengendalikan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang terjadi di RT 02 Desa Pulau Patai Kabupaten Barito Timur, Kamis, 24 Agustus 2023.

Tiga armada mobil tanki pemadam dan dua mobil dobel kabin digunakan untuk mengangkut air dan memadamkan kebakaran itu.

Di lokasi terlihat Kapolres Barito Timur AKBP Viddy Dasmasela, Kapolsek Dusun Timur Iptu Kuslan, Danramil 1012-04 Tamiang Layang Kapten Inf Maswatu serta beberapa perwira Polres Barito Timur turut dalam pemadaman itu.

Sekitar pukul 16.30 WIB, kobaran api sudah sepenuhnya padam dan tim gabungan mulai meninggalkan lokasi kebakaran.

Belum diketahui persis penyebab kebakaran tersebut. Namun diperkirakan lahan yang dilalap api mencapai 10 hektare.

Kapolres Barito Timur yang diwawancarai di sela pemadam kebakaran mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir kasus karhutla sering terjadi di beberapa lokasi sekaligus dalam waktu bersamaan. Meski kasus kebakaran semakin meningkat namun Kapolres mengatakan kewenangan penetapan status darurat berada di kepala daerah.

"Kalau penetapan status darurat adalah domainnya Bupati Barito Timur, jadi kita menunggu saja perintah dari beliau apabila memang ditetapkan status darurat kami akan segera berkoordinasi dengan BPBD Damkar dan instansi terkait lainnya untuk melakukan upaya-upaya pencegahan secepatnya," ujar Kapolres.

Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG melalui Stasiun Metereologi Kelas IV Sanggu memperingatkan bahwa Barito Timur saat ini memasukinya puncak musim kemarau.

"Kondisi cuaca khususnya di wilayah Barito Timur saat ini memasuki fase Puncak Musim Kemarau yang diperkiraan terjadi hingga pertengahan September," kata Kepala Stasiun Metereologi Sanggu Nur Setiawan beberapa hari lalu.

Dengan kondisi cuaca seperti saat ini, lanjut dia, menyebabkan tanah atau lahan menjadi kering dan mudah memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

"Karena itu kami mengimbau kepada masyarakat agar waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan serta lebih bijak dalam membuka lahan dengan cara membakar," pesan Nur Setiawan.

--page

Dia juga berharap instansi terkait mengambil langkah-langkah penyesuaian di sektor pertanian untuk mengatasi kekeringan yang terjadi selama musim kemarau yang masih tersisa sekitar satu setengah bulan lagi.

"Masyarakat Barito Timur dan stakeholder terkait kami imbau agar selalu memperbaharui informasi cuaca dan iklim melalui berbagai media diseminasi BMKG untuk selalu mengantisipasi perubahan cuaca," pesannya. (BOLE MALO/R)