BORNEONEWS, Pulang Pisau - Kepala Desa Tumbang Nusa Kecamatan Jabiren Raya Kabupaten Pulang Pisau, Lilly meminta kepada Balai Pembangunan Jalan Nasional (BPJN) untuk meninjau ulang terkait pembangunan tanggul. Sebab, pihaknya nenilai pembangunan itu terlalu tinggi dan bisa berdampak pada matinya usaha atau perekonomian masyarakat desa setempat.
"Pada dasarnya, kami bersama masyarakat tidak menolak pembangunan yang dilakukan oleh BPJN. Tetapi, prinsip pembangunan tentunya harus dipikirkan tentang dampak sosial maupun ekonomi masyarakat sehingga manfaat dari pembangunan tersebut mempunyai nilai manfaat secara luas," ucapnya.
Ia menjelaskan, proyek pembangunan tanggul dengan sistim bronjong dengan ketinggian antara 50 sampai 150 centimeter dipastikan akan berdampak pada matinya usaha masyarakat setempat yang rata-rata sebagai pedagang di tepi di ruas jalan Trans Kalimantan.
"Ketingian tanggul atau bronjong ini, akan menutup dan mematikan warung milik warga desa dan bagaimana masyarakat bisa bertahan hidup dan bisa menyekolahkan anak jika akses warung sebagai satu-satunya usaha milik masyarakat tertutup oleh pembangunan tanggul," jelasnya.
Ia melanjutkan, bahwa pembangunan infrastruktur sangat penting akan tetapi harus mempertibangkan dampak baik sosial, ekonomi dan dampak lainnya bagi masyarakat. Jangan sampai, kata dia, pembangunan proyek jalan justru berimbas matinya usaha rakyat.
--page
"Pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah baik melalui anggaran dari pusat maupun daerah pada dasarnya menjadikan masyarakat sejahtera, jangan sebaliknya pembangunan justu membuat sengsara masyarakat," tutupnya. (M PRADILA KANDI/Y)









