SEBANYAK tujuh desa di Kecamatan Dadahup, diterjang banjir. Akibatnya aktivitas perekonomian masyarakat nyaris lumpuh.
Camat Dadahup Randu Ramba mengatakan, banjir tidak hanya melanda permukiman penduduk tetapi juga merendam lahan pertanian dan ruas jalan.
“Ketinggian air bervariasi. Ada yang setinggi lutut (orang dewasa), ada juga yang sudah mencapai lantai rumah warga. Bahkan ada pula rumah yang telah tenggelam,” katanya, Jumat (8/4/2016) sore.
Ia menyebutkan, banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Barito. Cakupan wilayah yang dlanda musibah banjir kali ini lebih luas dari yang terjadi pada tahun lalu.
“Dari catatan kami ada tujuh desa yang kebanjiran, termasuk ibu kota Kecamatan Dadahup. Sedangkan tahun lalu banjirnya cuma di Desa Tambak Bejai. Jadi, tahun ini banjirnya hampir merata ke semua desa,” sambungnya.
Masih menurut Camat Dadahup, banjir yang telah terjadi selama sepekan itu membuat masyarakat tidak bisa beraktivitas. “Masyarakat tidak bisa bekerja. Pokoknya aktivitas perekonomian di sini nyaris lumpuh,” sebutnya.
Lanjut Ramba, kendati kebanjiran sejumlah sekolah tidak sampai diliburkan. Aktivitas belajar mengajar tetap berlangsung di tengah genangan air.
“Kalau yang di ibu kota Dadahup sekitar satu jengkal lagi ketinggian airnya menyentuh lantai sekolah, tapi anak-anak masih tetap sekolah. Cuma ada orang tua yang mengusulkan agar sekolah libur karena dia khawatir dengan keselamatan anaknya,” ucap dia. (B-3)


