BORNEONEWS, Palangka Raya - Pontensi dan manfaat dari hutan mangrove dibahas lengkap dalam webinar nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Lingkungan atau Himailing pada Sabtu, 26 Agustus 2023.
Webinar Nasional yang mengangkat tema 'Potensi Perkembangan Mangrove di Kawasan Lesser Sunda' ini menghadirkan tiga pemateri yakni Prof Ir Rahmawaty yang merupakan Akademisi Terbaik Kategori Publikasi Terbanyak 1 Tingkat USU, Penerima Penghargaan Life Style Achievement, Penerima Piagam Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya X, Dosen Berprestasi I Tingkat USU, serta The Honor Society Of Agriculture - Gamma Sigma Delta - UPLB Chapter, dan High Scholastic Achievement For Academic Year 2008-2009.
Dua pemateri lainnya yaitu Muhammad Barmawi yang merupakan Kepala BPSPL Denpasar serta Fathul Rakhman yang merupakan Manager Geopark Rinjani yang juga seorang Jurnalis Lingkungan.
"Tak kenal maka tak sayang. Saya rasa semua peserta harus kenal dahulu apa itu mangrove dan hutan mangrove sehingga akan timbul rasa sayang untuk menjaga, memelihara, bahkan menambah jumlahnya dengan menanamnya lebih banyak," kata Profesor Rahmawaty menyampaikan materinya.
Hutan mangrove, kata Prof Rahmawaty, merupakan suatu tipe hutan yang tumbuh di daerah pasang surut, terutama di pantai yang terlindung, dan muara sungai yang tergenang pada saat pasang dan bebas dari genangan pada saat surut yang komunitas tumbuhannya bertoleransi terhadap garam.
--page
"Hutan Mangrove memberikan perlindungan kepada berbagai organisme baik hewan darat maupun hewan air untuk bermukim dan berkembang biak," tambahnya.
Hutan Mangorove dipenuhi juga oleh kehidupan lain seperti mamalia, amfibi, reptil, burung, kepiting, ikan, primata, serangga dan sebagainya. Selain menyediakan keanekaragaman hayati atau biodiversity, ekosistem Mangrove juga sebagai plasma nutfah dan menunjang keseluruhan sistem kehidupan di sekitarnya.
"Habitat Mangrove merupakan tempat mencari makan bagi hewan-hewan tersebut dan sebagai tempat mengasuh dan membesarkan, tempat bertelur dan memijah, serta tempat berlindung yang aman bagi berbagai ikan-ikan kecil serta kerang dari predator," jelas Prof Rahmawaty.
Peran Perguruan Tinggi menurut Prof Rahmawaty sangat penting dalam upaya pelestarian mangrove melalui kegiatan tridarma perguruan tinggi.
"Kolaborasi dan sinergitas Perguruan Tinggi dengan para pihak sangat menentukan bagi kesuksesan pelestarian ekosistem mangrove. Bersama kita bisa, mari kita berkolaborasi dan bersinergi dalam pelestarian ekosistem mangrove mewujudkan Tujuan SDGs," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/Y)









