PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) masuk zona merah rabies setelah tercatat ada 60 kasus di daerah setempat. Jumlah itu tersebar di berbagai daerah, mulai dari Kota Palangka Raya, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Kotawaringan Barat (Kobar), Kabupaten Barito Selatan dan Barito Utara. 

Itu diutarakan Kepala Seksi Penyedikan Penyakit Hewan Laboratorium Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Palangka Raya, drh Agnes. Ia mengungkapkan bahwa kasus rabies berasal dari hewan anjing, kucing kera dan kelelawar.

"Yang paling mendominasi adalah rabies pada anjing, tahun ini meningkat sampai saat ini masuk zona merah dan yang paling rentan itu kalangan anak-anak," ucapnya, Sabtu, 26 Agustus 2023.

Dia menuturkan, untuk tahun sebelumnya di bawah 60 kasus. Meski masuk zona merah, penanganan tetap dilakukan, misalnya dengan penyuntikkan vaksin rabies secara rutin. Sedangkan untuk sasaran utamanya dari rabies pada manusia yakni menyerang bagian otak dan sistem saraf.

drh Agnes mencontohkan, saat hewan yang terinfeksi rabies menggigit anak-anak, mudah sekali masuk ke dalam saluran otak atau saraf. Misalnya, anak-anak apabila tergigit di area tangan, saat menyentuh bagian mata (mengucek-ucek mata) maka virus rabies tersebut sangat mudah masuk bagian otak dan sistem saraf. Virus rabies sangat berbahaya pada manusia, bahkan bisa mengakibatkan kematian.

--page

"Anak-anak paling rentan, kalo mengigit manusia setelah diberikan vaksin VAR itu tidak meninggal. Misalnya, manusia digigit anjing langsung dibawa ke Puskesmas, anjingnya dilakukan observasi oleh dokter hewannya. Apabila anjingnya mati, maka kepalanya dibedah diambil otaknya hipotalamus diperiksa, lalu benar atau tidak anjing tersebut rabies,"katanya.

Dia melanjutnya, apabila benar-benar rabies, langsung diberikan surat pernyataan dan manusia yang digigit langsung dilakukan penanganan berupa penyuntikkan vaksin. Terinfeksi virus rabies tidak hanya melalui gigitan namun bisa melalui air liur hewan.

"Kita terkena air liurnya, menggaruk-garuk wajah nah apalagi anak-anak kecil kan itu bisa langsung terinfeksi. Karena target akhir virus rabies bagian otak dan sistem saraf dipastikan 100 persen meninggal dunia," terangnya. (MARINI/Y)