Petinju profesional asal Negara Filipina menutup karirnya de-ngan manis. Oleh juri, ia di-nyatakan menang angka mutlak atas lawannya Timothy Bradley dalam sebuah duel perebutan sabuk juara kelas welter WBO di MGM Grand Arena, Minggu (10/4/2016) Wib.


Tiga juri di pinggir ring memberi angka 116-110 kepada Pacquiao setelah duel 12 ronde. Kemenangan mutlaknya ini tak terlepas dari keberrhasilannya mengkanvaskan Bradley pada ronde ke-7 dan ronde ke-9.


“Malam ini, saya memutuskan untuk pensiun. Saya ingin bekerja untuk rakyat saya dan menghabiskan waktu lebih banyak dengan keluarga,” tutur petinju berjuluk Pacman itu.


Kemenangan atas Bradley ini juga menandai akhir karier dari seorang Pacquiao. Petinju Filipina itu memutuskan gantung sarung tinju lantaran akan maju dalam pemilihan senat di negaranya pada 9 Mei mendatang.


“Terima kasih kepada seluruh pendukung, terutama rakyat Filipina. Saya sangat meng-apresiasi dukungan dan bantuan kalian,” ucap petinju berusia 37 tahun itu.


Dalam sejarah karir bertinjunya, ia telah melakoni 66 pertan-dingan adu jotos selama 21 tahun. Dari jumlah itu, ia mencatat 58 kemenangan yang 38 di antaranya KO. Pacman hanya merasakan enam kali kalah dan dua kali seri. Sepanjang karirnya di dunia tinju, Pacquiao telah meraup 500 juta dollar AS.


Di samping itu, Pacquiao adalah petinju dari benua Asia pertama yang berhasil meraih gelar juara tinju profesional di enam kelas berbeda, atau petinju kedua di dunia setelah Oscar de la Hoya.


Hal menarik dari Pacquiao adalah gaya bertinjunya yang kidal. Pukulan tangan kirinya terkenal mematikan. Namun tak banyak yang tahu, dalam kesehariannya, Manny Pacquaio adalah seorang right-handed. (B-12)