PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya, Ahmad Riadi mengatakan bahwa pada Sabtu 26 Agustus 2023 sore, kualitas udara Kota Palangka Raya tidak sehat. Hal tersebut terpantau pada aplikasi ISPUnet Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"ISPU hari ini masuk zona kuning, bahkan sampai sore hari ini. Tentunya, hal tersebut bersifat merugikan manusia, hewan dan tumbuhan," ucapnya, Minggu 27 Agustus 2023.

ISPU berada pada angka 175 CO pada pukul 17.00 WIB. Kualitas udara tidak sehat akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi selama ini di Kota Cantik Palangka Raya. Ahmad menganjurkan untuk masyarakat, saat beraktivitas di luar ruangan menggunakan masker. 

"Yang kita khawatirkan saat ini adanya gangguan pada pernapasan," katanya. Dia memberitahukan pemantauan ISPU dapat diakses oleh masyarakat menggunakan  smartphone.

Agar mudah dipahami, maka hasil pemantauan kualitas udara diinformasikan dalam bentuk indeks yang memiliki kategori baik, sedang, tidak sehat, sangat tidak sehat dan berbahaya. "Ini untuk mengetahui tingkat pencemaran udara," bebernya.

Ia mengungkapkan untuk tingkat kualitas udara memberikan pengaruh pada kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan.

Apabila batas nilai ISPU mencapai 200-300, maka tingkat kualitas udara bisa dikategorikan berbahaya dan dapat merugikan kesehatan yang serius bagi kelangsungan makhluk hidup. (MARINI/r)