BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat, harus terus mengawal perihal perbaikan Jalan A Yani, Kecamatan Pangkalan Banteng tepatnya di Desa Karang Mulya. Pasalnya, Balai Jalan Nasional Provinsi Kalimantan Tengah telah berjanji akhir bulan Agustus ini sudah pengaspalan.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kobar, Alman Riansyah, mengingatkan kembali kepada Penjabat Bupati Kobar Budi Santosa dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kobar yang saat itu telah melakukan rapat koordinasi perihal adanya aksi demo masyarakat yang menanam pohon di jalan trans Kalimantan Desa Karang Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng.
"Menyikapi adanya aksi dari masyarakat yang melakukan penanam pohon pada lubang lubang di Jalan A Yani Pangkalan Banteng, saat itu pemerintah daerah Kobar melakukan rapat koordinasi yang menghadirkan kepala Balai Jalan Nasional Provinsi Kalimantan Tengah. Dalam rapat tersebut, dibahas mengenai preservasi jalan Pangkalan Lada sampai dengan Asam Baru yang masuk dalam jalan Nasional, dan progresnya akhir bulan Agustus ini sudah pengaspalan," kata Alman Riansyah dari Fraksi PDIP belum lama ini.
Alman menyampaikan, pada awal bulan Agustus itu memang sudah mulai ada pengerjaan, akan tetapi untuk arah sampai pengaspalan belum ada. Hal ini dipertanyakan oleh masyarakat, mengingat janji yang telah disampaikan hasil musyawarah beberapa waktu lalu, jalan yang dikeluhkan oleh masyarakat setempat akan diaspal.
"Kami harapkan agar pemerintah daerah melalui Dinas PUPR Kobar, mengingatkan kembali Balai Jalan Nasional Provinsi Kalimantan Tengah. Jangan sampai masyarakat berbuat aksi kembali. Sebab selama ini, masyarakat sudah sangat sabar, mengingat akses jalan tersebut merupakan urat nadi perekonomian masyarakat," ujar Alman Riansyah.
--page
Menurut Alman, masyarakat sangat mendambakan akses jalan yang baik, tidak berdebu apalagi berlubang. Hal itu sangat mengganggu aktivitas masyarakat sehari harinya.
Kerusakan di ruas jalan tersebut sudah sangat lama. Masyarakat dijanjikan akan diperbaiki, namun tak kunjung diperbaiki juga. Akhirnya, puncak dari kesabaran masyarakat dengan melakukan aksi penanaman pohon. (DANANG/Y)









