BORNEONEWS, Pangkalan Lada - Pemerintah Desa Purbasari, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengeluhkan kondisi kualitas Jalan RA Kartini buruk. Buruknya kualitas aspal yang digunakan menyebabkan jalan yang sudah berulang kali mengalami tambal sulam ini kembali hancur dan berlubang di puluhan titik dengan kedalaman dan diameter besar.
"Kualitas aspal nggak maksimal. Jalan itu kan aslinya hotmix ditambal dengan aspal yang kualitasnya rendah," kata Sekretaris Desa Purbasari, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kobar, Suprapto, di kantor desa, Senin (10/4/2016).
Ia menambahkan, selain faktor kualitas aspal, Jalan RA Kartini dengan lebar empat meter itu acapkali dilalui kendaraan bertonase berat. Jalan tersebut tidak mampu menahan beban.
Pihak Pemdes Purbasari saban tahun sudah memasukkan usulan pada Musrenbang untuk perbaikan total. Namun kenyataannya pada tahap realisasi hanya berupa tambal sulam. Parahnya, di Jalan RA Kartini ada bagian yang sudah dilubangi oleh kontraktor tetapi tidak dikerjakan dan dibiarkan berlubang hingga saat ini.
"Kalau nggak salah di KM 4,5 Jalan Kartini itu sudah dilubangi, eh malah nggak ditambal dan dibiarkan berlubang," ujar Suprapto.
Selain kualitas pengerjaan tambal sulam yang dilaksanakan pada kegiatan anggaran 2015 ini sudah rusak, kondisi jembatan yang berada di jalan tersebut pada bagian sayapnya sudah runtuh. Padahal belum dua tahun pengerjaan tersebut dilaksanakan.
"Sayap jembatan juga runtuh, beberapa hari lalu batu-batunya sudah kita naikkan agar tidak menutupi saluran drainase saat hujan," kata Suprapto.
Ia berharap, agar pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) sedikit menyisihkian anggaran untuk perbaikan jalur alternatif tersebut. Karena jalur tersebut adalah akses vital pergerakan perekonomian warga.
"Tetapi pengerjaannya total, bukan dalam bentuk rehab," pinta Suprapto.
Simo, Warga RT 16, Desa Purbasari juga mengeluhkan hal senada. Menurutnya, jalur yang rusak dari ujung hingga ke ujung. Ia menyesalkan ketidakseriusan kontraktor yang mengerjakan jalan tersebut.
"Belum satu tahun hancur, kemudian diperbaiki lagi, hancur lagi. Jadi kayanya nggak serius mereka ini. Tolong agar secepatnya jalur tersebut diperbaiki," keluh Simo.
Pantauan Borneonews, jalur Jalan RA Kartini yang merupakan jalur alternatif ini ada lebih dari 15 titik kerusakan. Titik tersebut terparah berada di depan tempat pemakaman umum (TPU), depan kantor desa dan bagian ujung jalan yang berseberangan dengan Desa Pangkalan Durin. (KOKO SULISTYO/m)


