BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dilantiknya kepengurusan baru Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Cabang Kalteng periode 2023 - 2028, harapannya juga bisa lebih meningkatkan sinergitas dan koordinasi dengan Pemprov Kalteng, bersma Pemkab Kotawringin Barat (Kobar) dan kabupaten lainya untuk menyelesaikan berbagai masalah yang bisa saja terjadi dalam dunia usaha perkebunan kelapa sawit.
Hal tersebut disampaikan oleh Plt Kadis Perkebunan Kalteng Rizky Ramadhana Badjuri usai pelantikan Ketua dan Pengurus Gapki Cabang Kalteng, di Hotel Mercure Pangkalan Bun, Selasa, 29 Agustus 2023.
"Jalinan kerjasama yang telah dilakukan ini harapannya bisa ditingkatkan guna mencegah dan menyelesaikan konflik, pembangunan kebun plasma serta peningkatan perekonomian kreatif warga," jelas Rizky Ramadhana Badjuri.
Rizky Ramadhana Badjuri menjelaskan memang diakui wilayah perkebunan sawit yang besar di Kalteng berada di Kabupaten Kobar dan Kotim.
"Namun harapannya bantuan atau support dari berbagai perusahaan sawit tersebut juga bisa disalurkan pada daerah lain yang luasan kebun sawit perusahaannya tidak lebih besar dari yang ada di 2 Kabupaten tersebut. Sehingga keberadaan perkebunan besar sawit dalam hal manfaat juga bisa dirasakan secara merata di Provinsi Kalteng," jelas Rizky Ramadhana Badjuri.
--page
Rizky Ramdhana Badjuri juga berharap support yang telah diberikan perusahaan di wilayah sekitar kebun perusahannya juga bisa disalurkan pada daerah lain di Kalteng.
"Dukungan tersebut bisa berbentuk bantuan pendidikan, pembangunan jalan hingga banuan bencana alam. Khusus untuk bantuan pendidikan kami juga berharap Gapki bisa lebih mendorong lebih banyak lagi perusahaan untuk berpartisipasi daam memberikan bantuan pendidikan putra-putri Kalteng hingga ke perguruan tinggi," jelas Rizky Ramadhana Badjuri.
Sehingga, menurut Rizky Ramadhana Badjuri, baik masyarakat dan perusahaan perkebunan sawit, bisa mendapatkan manfaat yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak, sebagai upaya meminimalisir konflik.
"Bisa saja nanti dalam support pendidikan hingga perguruan tinggi itu melalui perjanjian tertulis kedua belah pihak. Jadi pasca lulus dari perguruan tinggi, siswa yang mendapat beasiswa tersebut akan kembali ke daerah dan bekerja di perusahaan yang memberikan bantuan pendidikan atau mirip program ikatan dinas," jelas Rizky Ramadhana Badjuri.
Perjanjian tersebut, lanjut Rizky Ramadhana Badjuri, juga bertujuan agar perusahaan pemberi beasiswa juga tidak berpotensi menjadi pihak yang dirugikan.
--page
"Karena kita ketahui bersama, banyak juga siswa yang disekolahkan perusahaan, setelah lulus malah tidak kembali kedaerahnya dan menyerang perusahaan yang memberikan bantuan beasiswa ini. Harapannya bila kedua pihak yaitu perusahaan perkebunan sawit dan masyarakat serta pemerintah sudah terjalin kerjasama yang sangat baik, iklim usaha perkebunan sawit di Kalteng bisa semakin maju," jelas Rizky Ramadhana Badjuri. (WAHYU KRIDA/H)









