BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Wabah Virus Flu Singapura yang menyerang beberapa anak warga di RT 14 Kelurahan Madurejo Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) sepekan lebih belakangan, tak bisa disepelekan. Virus RNA penyebab Flu Singapura ini mampu menyebar melalui udara, maupun kontak langsung dengan penderita.
Mudah menularnya virus atau Flu Singapura ini salah satunya diakui langsung oleh Masrudin, orang tua dari Ananta salah satu anak penderita Flu Singapura, warga RT 14 Kelurahan Madurejo. Masrudin mengatakan, gejala Flu Singapura berupa beberapa bintik merah, sama seperti yang dialami sang anak, mulai muncul di bagian tangan kanannya. Bintik-bintik merah itu diakuinya cukup sakit bila tersentuh.
"Ini kayaknya aku juga mulai ketularan. Ini sudah ada enam bintik di tangan kananku," aku Masrudin, Senin (11/4/2016).
Menurut Masrudin, kontak fisik dan berada cukup dekat dengan sang anak yang sedang menderita Flu Singapura, besar kemungkinan jadi penyebab dirinya tertular flu tersebut. Namun, gejala umum Flu Singapura berupa suhu panas yang tinggi, seperti yang dialami anaknya atau balita lainnya, tidak terjadi pada tubuhnya.
"Kalau anak-anak itu. Badannya semua panas semua. Mungkin karena kita sudah dewasa, gejalanya berbeda,” katanya.
Masrudin menguraikan, kasus Flu Singapura di sekitar tempat tinggalnya di RT 14 Kelurahan Madurejo ini, ia ketahui pertama kali muncul dialami oleh seorang anak warga, yang juga teman mengaji anaknya. Sejak sekitar lebih dari sepekan belakangan. Semenjak itu pula, hingga kini terdapat sekitar enam anak yang kemudian juga mengalami serangan virus tersebut.
"Yang pertama kena itu namanya Ergi (6) dan sekarang anak itu sudah sembuh. Sekarang tinggal anak saya dan anak yang lain yang belum sembuh,” katanya.
Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kobar, Arif Susanto membenarkan munculnya kasus Flu Singapura di Pangkalan Bun. Dari laporan yang ia terima dari Puskesmas Arsel. Terdapat beberapa warga asal Kelurahan Madurejo dan Mendawai yang berobat ke Puskesmas tersebut. Kasus tersebut akan segera ditangani lebih lanjut. Khususnya terkait persebaran kasus.
"Tapi saya belum mendapat data jumlahnya. Saya masih di luar daerah. Besok (12/4) saya sampai di Pangkalan Bun," kata Arif, Senin (11/4/2016).
Arif Susanto mengatakan, Flu Singapura memiliki karakteristik yang sama dengan Influenza. Namun karena berbeda tipe, maka bentuk manifestasi klinisnya juga berbeda. Flu ini bisa dicegah melalui higienis perorangan, menghindari terjadinya kontak fisik atau berdekatan dengan penderita dan meningkatkan daya tahan atau imunitas tubuh.
Sementara itu Kepala Puskesmas Arsel Rita Way mengatakan, dari data yang masuk, kasus Flu Singapura di Pangkalan Bun ini terus meningkat. Namun Rita Way belum bisa memberi data mengenai peningkatan jumlah kasus Flu Singapura yang ia maksud. (RADEN ARYO/m)


