Seluruh perkebunan besar swasta (PBS) kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Seruyan diminta konsisten menjalankan program pemberdayaan masyarakat sekitar areal kerjanya sebagai bentuk dari tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).


Hal itu disampaikan anggota DPRD Kabupaten Seruyan Arahman saat ditemui Borneonews di ruang kerjanya, Minggu (10/4/2016). “Program tersebut dinilai sangat membantu meningkatkan kualitas pembangunan di masyarakat baik di bidang ekonomi, sosial budaya, pendidikan, kesehatan dan bidang lainnya. Seharusnya perusahaan bisa konsisten dalam menjalankan program itu,” tegas dia.


Menurut Arahman, saat ini hanya sebagian kecil perusahaan di Seruyan yang melaksanakan program CSR. Padahal, program CSR bisa berpengaruh positif pada iklim investasi di Seruyan. Sebab apabila perusahaan bisa hidup berdampingan dengan masyarakat maka investasinya akan aman.


“Pemkab Seruyan harus melakukan pengawasan dan evaluasi, ini sangat penting agar bisa diketahui tingkat perkembangan dan kemajuan yang telah dicapai (perusahaan) dalam menjalankan program CSR, serta apa saja kekurangan dan kelemahan yang mungkin masih dihadapi oleh perusahaan di lapangan,” ungkap dia.


Ditemui terpisah, Bupati Seruyan Sudarsono meminta agar semua PBS di daerahnya menjalankan program CSR. Pelaksanaan program itu harus dilaporkan secara periodik kepada Pemkab Seruyan. “Hal itu bertujuan agar antara program pemerintah dan program yang dijalankan perusahaan tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaannya di lapangan,” kata dia. 

(PN/B-8)