Sungai buatan di areal transmigrasi Desa Halimaung Jaya, Kecamatan Seruyan Hilir Timur tidak terawat dan mulai menyempit. Pasalnya, hampir di sepanjang aliran sungai itu banyak terdapat rumput-rumput liar yang cukup tebal mengapung di aliran sungai tersebut. 


Menurut Muhrani (45), warga Desa Halimaung Jaya, dahulu lebar sungai saat awal pembuatannya kurang lebih delapan meter. Namun sekarang sungai itu menyempit hingga tersisa kurang lebih dua meter saja. “Padahal keberadaan sungai ini bagi warga kami di sini sangat penting, sebab kami manfaatkan alurnya untuk sarana transportasi menuju ke lokasi pertanian,” ungkap Muhrani saat ditemui Borneonews di lokasi sungai buatan itu, Senin (11/4/2016).


Ia melanjutkan hampir setiap hari sungai buatan itu dilewati warga dengan kelotoknya untuk mendatangi lahan pertanian atau mencari ikan. Sebenarnya, warga sudah punya inisiatif gotong royong untuk melakukan pembersihan sungai saat waktu senggang.


“Ya sebatas pembersihan seadanya saja, menyingkirkan rumput-rumput liar yang menjalar di permukaaan sungai, kami biasanya membersihkan sebatas agar kelotok bisa lewat dengan nyaman,” terang dia.


Muhrani berharap, Pemkab Seruyan melalui dinas terkait bisa membantu melakukan pembersihan sungai dengan maksimal agar lebih mudah dilintasi warga yang menggunakan angkutan sungai.


“Sungai ini memang sudah lama dibuat, ketika itu saat pembukaan wilayah transmigrasi ini, waktu itu Kabupaten Seruyan belum berdiri tapi kan sekarang tidak ada salahnya kalau pemkab bisa ikut membantu warga untuk membersihkan,” ungkapnya. 

(PN/B-8)