DUA dari 13 unit rubber tire gatry­ (RTG) milik Pelin­do III Banjarma­sin­ di Pelabuhan Trisakti ru­sak dan kini sedang pro­ses perbaikan.

Manajer Terminal Peti Ke­mas Pelindo III Banjar­ma­sin­, Hermani Gunawan me­ngatakan kerusakan dua RTG itu tidak terlalu mengganggu arus bongkar muat barang di Pelabuhan Tri­sakti.


“Kami telah cek dan ha­nya dua RTG yang tidak­ beroperasi, sehingga tidak­ ada masalah berarti terha­dap aktivitas bongkar mu­at,” kata Gunawan, Sabtu (9/4/2016).


RTG adalah alat untuk me­mindah peti kemas di la­pangan penumpukan pe­labuhan.


Saat ini dua unit RTG yang rusak itu sedang di­perbaiki. Setiap hari dia se­lalu rapat kesiapan alat, se­hingga bila ada yang ru­sak­ maka segera diketahui dan diantisipasi.


“Bila RTG rusak, maka ki­ta antisipasi dengan me­nye­diakan reach stacker untuk bongkar muat. Un­tuk­ pemeliharaan alat, ki­ta bekerjasama dengan ven­dor untuk maintenance­, sehingga bila mengalami ke­rusakan segera dilakuka­n perbaikan,” katanya.


Pada 2015 PT Pelindo III menambah empat contai­ner crane asal China guna me­ningkatkan fasilitas la­yanan di Pelabuhan Tri­sak­ti Banjarmasin.


General Manager PT Pe­lindo III Banjarmasin, Hengki Jajang Herasmana me­ngatakan empat contai­ner crane (CC) itu untuk me­nambah fasilitas yang sudah ada.


Penambahan empat CC itu disiapkan untuk meng­an­tisipasi lonjakan arus ke­datangan peti kemas di Pe­labuhan Trisakti dan un­tuk mengantisipasi per­tum­buhan ekonomi pada 5-6 tahun ke depan.


“Walau arus peti kemas be­lum begitu padat, na­mun­ Pelindo III mempersiapkan per­ala­tan dengan ka­pasitas 150%-175%,” ka­tanya.


Setiap CC punya kemam­pu­an operasional 35 box peti kemas per jam atau jauh lebih besar dibanding­ kapasitas CC terdahulu yang hanya 24 box.


Rencananya tahun ini Pe­lindo III Banjarmasin juga akan menambah 8 radabber truck gantry (RTG) dan lima head truck and chassis untuk meningkat­kan­ kapasitas layanan kepelabuhanan.


Saat ini Pelindo III Banjar­masin punya 11 hektare la­pangan penumpukan peti kemas yang mampu menampung 800.000 box, na­mun kini baru terisi 430.000 box, sehingga ma­sih ada ruang cukup luas bagi pelaku bisnis. 

(Ant/B-6)