BANJIR yang semula hanya merendam 7 desa dan satu ibukota Kecamatan Dadahup, tapi kini sudah meluas dan sudah merendam 11 desa, Senin (11/4/2016).
Sebelumnya hanya Desa Tambak Bajai, Bentuk Jaya, Harapan Baru, Manuntung, Sumber Agung, Kahuripan Permai, Tanjung Harapan, dan Dadahup yang terendam, kini genangan banjir jura melanda Desa Sumber Alaska, Bina Jaya, dan Petak Batuah.
“Dengan total korbannya mencapai 1.573 KK. Meluasnya banjir ini karena air pasang kiriman Sungai Barito menunggi,” papar Camat Dadahup, Randu Ramba.
Kini para korban banjir berharap bantuan dari pemerintah. Ini karena dampak banjir membuat aktivitas warga lumpuh total, akibatnya ada beberapa desa teresolasi dan terancam rawan pangan.
Di sisi lain pihak kecamatan tidak bisa berbuat banyak untuk memberikan bantuan kepada korban banjir karena tidak punya dana.
Kasi Rehabilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas, Panderli menyebut ada beberapa desa yang perlu bantuan karena kondisinya memprihatinkan.
“Yakni Desa Tambak Bajai dan Tanjung Harapan,” ungkapnya. Teresolasinya dua desa ini karena ketinggian air mencapai 1,70 meter.
“Dengan ketinggian air seperti itu masyarakat tidak bisa bertani, mencari rotan, dan mencari ikan. Otomatis mereka tidak bisa mencari nafkah,” ujarnya.
Kepala BPBD Kapuas, Nor Alamsyah belum bisa memberikan bantuan karena masih menunggu SK Tanggap Darurat.
“Kami masih menunggu SK yang masih proses, karena itu sebagai dasar memberikan bantuan.”
“Di BPBD ini ada dana untuk bencana, namun anggaran yang sudah ditetapkan tidak sesuai lagi dengan harga barang di pasar sekarang,” ujarnya. (PP/B-6)


