UCAPAN selamat sepertinya layak disampaikan kepada Leicester City. Meski belum meraih gelar Liga Primer Inggris, tim berjuluk the Foxes itu sudah berhasil merealisasikan targetnya musim ini, yakni lolos ke Liga Champions musim 2016/2017.
Leicester memastikan diri tampil di kompetisi terelit Benua Eropa setelah menang 0-2 atas Sunderland di Stadium of Light, Minggu (10/4/2016) malam. Dua gol the Foxes disumbang penyerang yang tengah naik daun, Jamie Vardy.
Berkat tambahan tiga poin itu, Leicester kini telah mengoleksi 72 angka. Unggul 19 angka dari Manchester United yang duduk di peringkat lima. Dengan enam pertandingan tersisa, berarti maksimal poin yang diperebutkan hanya 18.
Karenanya, apapun hasil yang diperoleh Leicester di akhir musim nanti, the Foxes sudah menoreh satu catatan bersejarah, yakni lolos ke kompetisi level teratas di Eropa atau Liga Champions.
Tidak cuma itu, the Foxes punya peluang besar lolos otomatis atau tidak perlu melalui babak kualifikasi. Syaratnya, harus menang melawan West Ham United dalam laga lanjutan Liga Primer Inggris pekan depan.
Terakhir kalinya Leicester tampil di kompetisi Eropa adalah pada musim 2000/2001, ketika mereka turun di Piala UEFA. Dalam tiga kali kesempatan bermain di Eropa, Leicester tidak pernah sekalipun lolos dari putaran pertama.
Terlepas dari hasil yang didapatkan Leicester nanti di Liga Champions, kesuksesan bermain di kompetisi tertinggi Eropa akan menjadi dorongan finansial berharga bagi skuat asuhan Claudio Ranieri.
Kompetisi Liga Champions adalah turnamen dengan jumlah hadiah yang paling tinggi di dunia, bahkan mengalahkan Piala Dunia.
Pemenang Liga Champions bisa mendapatkan hingga €55 juta hanya dari uang hadiah. Sedangkan setiap tim di babak grup meraup €12 juta dari uang partisipasi dan tambahan €1,5 juta untuk setiap kemenangan.
Nilai itu juga belum ditambah dari pembagian kue hak siar yang pembagiannya akan lebih banyak untuk klub-klub Liga Inggris.
(Ant/CNN/B-3)








