PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Perikanan Palangka Raya, Indriarti Ritadewi menyarankan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) membudidaya maggot sebagai pakai alternatif.

"Sering kali yang menjadi permasalahan dan keluhan para pembudidaya ikan yaitu sulit dan mahalnya mendapatkan pakan. Maggot bisa jadi solusi alternatif," katanya, Jumat, 1 September 2023.

Menurutnya maggot sendiri sangat mudah dibudidayakan. Selain itu, biaya untuk membuatnya pun cukup murah. Tentunya cukup menjanjikan keuntungan bagi pembudidaya ikan.

“Seperti yang kita ketahui terkadang harga pakan ikan melambung tinggi. Hal ini sangat berdampak bagi para pembudidaya," ujarnya.

Selain itu, pakan yang dijual bebas tersebut banyak bahan kimia. Nah maggot ini ternyata banyak mengandung protein dan cara mengembangkannya sederhana serta sangat murah.

--page

Kandungan protein pada maggot mencapai 38 persen dan lemak 20 persen. Hal ini menjadikan maggot menarik untuk dikembangkan selain sebagai alternatif pakan ikan juga peluang bisnis bagi masyarakat.

“Untuk itu dengan membudidayakan maggot sebagai alternatif pakan yang mudah dan murah ini diharapkan dapat meningkatkan produksi ikan yang akan berdampak pada peningkatan ekonomi bagi para pembudidaya,” tuturnya.

Untuk diketahui, Maggot merupakan larva lalat Black Soldier Fly (BSF) yang memang sangat istimewa dibandingkan bahan baku pakan ikan alternatif lainnya karena mengandung nutrien yang lengkap untuk ikan dan kualitas yang baik.

Selain itu, Maggot bisa diproduksi dalam waktu singkat dan berkesinambungan dengan jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pakan ikan. (HENDRI/J)