BORNEONEWS, Palangka Raya - Kota Palangka Raya mulai diselimuti asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama beberapa hari ini.
Terpantau 1 September 2023 dari Jalan G Obos, Jalan Imam Bonjol, Jalan Yosudarso dan Jalan Tjilik Riwut, Jalan Kinibalu dan beberapa ruas jalan lainnya terlihat asap walaupun belum begitu pekat.
Salah seorang warga, Nurhaini (65) mengkhawatirkan kondisi kesehatannya. Dia mengakui mengidap penyakit asma. Udara yang tercemar asap membuat pernafasannya sering batuk-batuk.
"Batuk-batuk saya, saat keluar rumah seperti ini menggunakan masker. Bau asapnya sudah menyengat ke hidung," ucapnya, Jumat, 1 September 2023.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Suyuti Syamsul memberitahukan bahwa efek kabut asap dapat mengakibatkan risiko terjadinya gangguan pada pernapasan.
--page
Anak-anak dan lanjut usia (lansia) kelompok paling rentan terhadap efek kabut asap, serta pada penderita ganguan pernafasan contohnya asma rentan mengalami serangan akut saat terpapar kabut asap.
"Untuk pencegahannya batasi aktivitas di luar ruangan ketika musim kabut asap datang, jika harus beraktivitas di ruang terbuka, usahakan untuk tidak berlama-lama serta gunakanlah masker untuk menutupin mulut dan hidung," bebernya.
Ia menambahkan apabila terjadi keluhan saluran pernapasan seperti sesak napas, segera fasilitas Kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan. (MARINI/Y)









