SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Suasana berbeda nampak di rumah rakyat, kantor DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, sore ini, Sabtu, 2 September 2023. Sejumlah Anggota Dewan, Sekretariat Dewan, dan politisi dari Partai Golkar Kotim berdiri di depan pintu besar gerbang masuk ruang rapat paripurna.

Kali ini mereka tak menggelar rapat paripurna maupun rapat dengar pendapat. Melainkan menanti kedatangan sebuah ambulans yang sirinenya memekik, berhenti tepat di pintu masuk rumah rakyat.

Seketika seluruh Anggota dewan berebut mendekat, menyelimuti sebuah kotak kayu panjang 2,5 meter yang masih di dalam mobil ambulans itu dengan sebuah bendera merah putih. Tampak bunga dan daun pandan berjuntai menandakan itu sebuah peti yang telah dibaringi jenazah.

Suara tangis pecah ketika peti mati itu diturunkan dari ambulans. Di dahului sebuah foto diarak di depan peti mati itu. Sosok yang begitu familar, Nadie, salah satu penyambuh lidah rakyat, Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur telah berpulang.

Seluruh jajaran DPRD Kotawaringin Timur memberikan penghormatan terakhirnya sore itu. Ketua DPRD Rinie tak mampu membendung air mata kala membacakan pidato penghormatan terakhir untuk sosok sahabatnya itu.

--page

"Kita ketahui bersama almarhum Nadie selama kurang lebih 4 tahun telah mengabdi sebagai anggota DPRD kabupaten Kotawaringin Timur yaitu periode 2019-2024," kata Rinie.

Tentunya dalam waktu yang sekian lama ini tidak sedikit perjuangan dan pengabdian yang telah diukir oleh almarhum. Perjuangannya sebagai anggota DPRD tidak terlepas dari tujuannya untuk menyampaikan aspirasi masyarakat.

Rinie tak henti menitikkan air mata saat membacakan pidatonya. Suara tangis keluarga almarhum Nadie pun menambah suasana haru.

Peristiwa ini tentu akan dialami setiap insan. Agar menjadi pelajaran bagi manusia bahwa hidup ini tidak ada yang abadi, dengan demikian semua akan menjalani hidup dengan baik.

"Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, kesabaran serta keikhlasan. Agar dapat melanjutkan hidup dengan baik seperti yang dicita-citakan almarhum Nadie," tandasnya.

--page

Nadie menghembuskan nafas terakhir setelah mendapat perawatan kurang lebih 2 pekan di RSPAD Gatot Subroto Jakarta, Jumat, 1 September 2023 pukul 20.00 WIB. Jenazah diterbangkan dari Jakarta menuju Palangka Raya, Sabtu, 2 September 2023, pukul 10.25 WIB dilanjutkan menempuh jalur darat menuju Sampit. 

Jenazah tiba di Kantor DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur sekitar pukul 17.00 WIB dan langsung dilakukan upacara penghormatan terakhir. Satu persatu anggota dewan, sahabat dan keluarga memberikan penghormatan kepada sosok Ketua Fraksi Partai Golkar ini.

Almarhum Nadie dimakamkan di Komplek Pemakanan Ikatan Keluarga Tanjung Jariangau selepas magrib. Rinie dan sejumlah Anggota Dewan lainnya turut mengantarkan almarhum hingga ke peristirahatan terakhirnya.

Sementara itu, Hanudin mewakili keluarga almarhum Nadie menyampaikan permohonan maaf apabila semasa hidupnya terdapat hal yang menyakiti secara sengaja maupun tidak.

"Karena kita ketahui tidak ada gading yang tak retak banyak hal yang mungkin tidak disengaja bisa terlontar dalam pergaulan," kata Hanudin. (DEWI PATMALASARI)