IMBAUAN Wali Kota Palangka Raya, Riban Satia agar sekolah membuat kegiatan terjadwal agar anak didik tidak ‘menganggur’ pasca ujian nasional (UN) mendapat sambutan positif kalangan DPRD Kota Palangka Raya.
“Kita mendukung saran dari wali kota tersebut. Apalagi tujuannya baik. Tetapi ada enggak ada anggarannya di sekolah, itu yang masih perlu didiskusikan,” ungkap anggota DPRD Kota Palangka Raya asal Komisi C, Budi Susilo kepada Borneonews, Senin (11/4/2016) petang.
Sementara Kepala SMA Negeri 2 Palangka Raya, Mi’razul Haidi mengungkapkan pihaknya kini sedang fokus menyiapkan penyelenggaraan ujian sekolah (US). Ia juga setuju imbauan wali kota agar ada kegiatan terjadwal pasca UN, seperti try out menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi (PT).
“Sekarang sedang mempersiapkan diri menghadapi US akan datang dengan membahas soal atau mata pelajaran yang belum maksimal. Karena US tinggal beberapa hari lagi,” katanya.
Mi’razul pun tak mempersoalkan sikap Dinas Pendidikan dan Kebudyaan (Disdikbud) Kota Palangka Raya, yang menyebut kegiatan pasca UN, tergantung kreativitas dari masing-masing kepala sekolah. Tapi, mensyarakatkan adanya koordinasi dengan Disdikbud.
“Itu tergantung dinas yang mengordinasikan dan sosialisasikan ke sekolah untuk buat program dimaksud. Supaya sekolah pun dapat merencanakan lalu melaksanakannya dengan baik. Sebab kalau setelah UN lalu US, kemudian dilaksanakan program dimaksud (try out), sangat baik untuk siswa dalam mempersiapkan diri untuk ke jenjang yang lebih tinggi,”pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Riban Satia tak ingin pasca UN selesai, siswa malah tidak ada kegiatan terjadwal atau dibiarkan tanpa agenda oleh sekolah. Ia meminta agar para kepala sekolah kreatif membuat program bagi siswanya. (RZ/BY)


