BORNEONEWS, Palangka Raya - Dokter hewan yang bertugas di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, drh Eko Hari Yuwono memberikan informasi bahwa kasus African Swine Fever (ASF) pada babi tidak ada hubungannya dengan meningitis pada manusia.
Menurutnya, meningitis pada manusia merupakan peradangan pada meningen, yaitu lapisan pelindung otak dan saraf tulang belakang. Disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur, atau parasit. Dampaknya melemahnya daya tahan tubuh.
"Kasus ASF pada babi, tidak ada hubungannya dengan meningitis manusia," ucapnya, Sabtu, 2 September 2023.
Ia juga mengutarakan, virus ASF ini sangat berbahaya terhadap ternak babi, bila satu ekor ternak telah terpapar maka penularan kepada ternak lain akan cepat.
Virus ASF yang menyerang babi, tidak ada hubungannya dengan meningitis manusia. Untuk mencegah penularan ASF pada babi, penting bagi peternak menjaga kebersihan kandang dan kebersihan ternak.
--page
"Pada umumnya orang yang belum menerima imunisasi berisiko lebih besar untuk terjangkit penyakit meningitis. Cara penularannya melalui bersin, batuk, tinggal berdekatan dengan orang yang terinfeksi," terangnya. (MARINI/J)









