PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Keberadaan media sosial memberikan dampak yang positif bagi para pelaku usaha. Hal ini juga dimanfaatkan oleh salah seorang penjual daging babi beralamat di Jalan Beliang Induk Kota Palangka Raya, biasa disapa Indu Peji untuk pemasaran dagangannya.

Dirinya mengakui, selain menerima pembeliaan secara online, juga dapat dibeli langsung mendatangi lapaknya. Pembelian secara online melalui pemesanan via Whatsapp (WA), untuk promosi menggunakan aplikasi TikTok maupun Facebook.

"Hari ini harga daging babi lewu sebutannya bahasa sini senilai Rp120/kg (120 ribu), para pembeli bisa langsung kesini atau bisa pesan melalui WA. Saya juga aktif menggunakan media sosial seperti TikTok dan Facebook untuk mempromosikannya," ucapnya, Minggu, 3 September 2023.

Dirinya mengatakan, kerap kali memposting konten yang relevan dan menarik demi menarik perhatian orang-orang melihat usahanya. Bahkan, konten dikemas sedemikian rupa, dengan tujuan untuk meningkatkan penjualan.

"Keberadaan media sosial telah menjadi alternatif baru dalam melancarkan pemasaran, saya gunakan untuk kegiatan dalam berusaha," katanya.

--page

Ia menambahkan, bahwa hadirnya media sosial membuat para pelaku usaha lebih dekat kepada konsumen. 

Selain itu, memudahkan untuk berinteraksi dengan orang banyak, memperluas jaringan pemasaran, serta menyampaikan informasi secara cepat terhadap barang ataupun dagangan yang diperjualbelikan. Contohnya seperti penjualan daging babi.

"Daging babi ini kan untuk kalangan yang bisa mengkonsumsinya. Jadi, saya gunakan media sosial untuk memperluas jaringan pemasaran, dan masyarakat luas mengetahui bahwa yang saya jual ini dan tempatnya disini," tandasnya. (MARINI/Y)