Laga derbi selalu identik dengan persaingan antara dua klub lokal dalam satu negara. Namun, kini arti derbi menjadi semakin meluas. Tengok saja Manchester City yang dijadwalkan menjamu rival ‘derbi’ mereka Paris Saint Germain pada leg 2 perempat final Liga Champions di Etihad Stadium, Rabu (13/4/2016) dini hari nanti.


Mengapa disebut derbi? Pasalnya, dua klub kaya itu masing-masing dimiliki pengusaha tajir jazirah arab. The Citizens dimiliki oleh Sheikh Mansour asal Uni Emirat Arab sementara Les Parisien dimiliki Nasser al Khelaifi asal Qatar.


Laga penuh gengsi ini dipastikan bakal berlangsung seru. Pasalnya, pada pertemuan leg pertama di Parc des Princess, markas PSG, kedua tim harus puas dengan imbang 2-2. 


Meski begitu, hasil imbang tersebut sedikit menguntungkan Man City. Bermain di kandang, skor kacamata sudah cukup untuk membuat pasukan Manuel Pellegrini melaju ke babak semi final. Di sisi lain, PSG paling tidak mampu menceploskan satu bola ke gawang Man City supaya bisa merasakan babak empat besar.


Bagi Man City, menahan imbang PSG bukan perkara mudah. Mereka tahu betul jika PSG menjadi salah satu favorit juara Liga Champions. Apalagi, pasukan Laurent Blanc dalam kondisi terbaik mereka. Fokus para penggawa PSG pun sepenuhnya berada pada kompetisi bergengsi internasional ini. Pasalnya, mereka telah memastikan diri menjadi raja Ligue 1 Perancis .


Situasi berbeda dialami tuan rumah. Konsentrasi mereka tidak bisa sepenuhnya berada di Liga Champions. Di level liga domestik, Man City terus berupaya mengejar asa menjadi juara Premier League sembari tetap berada pada zona Liga Champions. (B-12)