TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Operasi Zebra Telabang 2023 di Kabupaten Barito Timur dimulai hari ini, Senin, 4 September 2023. Kegiatan itu ditandai dengan Apel Gelar Pasukan yang dilaksanakan Polres Barito Timur di halaman Mapolres setempat dan dihadiri Bupati Barito Timur, Kepala Dinas Perhubungan dan Kasatpol PP Barito Timur serta Danramil 1012-04 Tamiang Layang.

Saat membacakan sambutan Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Nanang Avianto, Kapolres Barito Timur AKBP Viddy Dasmasela mengatakan Operasi Zebra Telabang kali ini mengusung tema " Kamseltibcarlantas Menuju Pemilu 2024".

Dia menjelaskan, saat ini tahapan pemilu 2004 memasuki pencalonan anggota DPR, DPRD provinsi DPRD kota dan kabupaten serta pencalonan presiden dan wakil presiden.

"Dalam rangkaian kegiatan Pemilu tentu diikuti oleh mobilisasi masyarakat baik dari kelompok calon maupun masyarakat umum lainnya. Oleh sebab itu dibutuhkan satu pemahaman yang baik khususnya pada saat melaksanakan mobilisasi di jalan, baik kelompok masyarakat pendukung salah satu kelompok atau calon atau masyarakat lainnya yang pada kegiatan Pemilu tersebut melaksanakan kegiatan rutin mereka di lokasi yang dijadikan lokasi rangkaian kegiatan Pemilu," ucap Viddy.

Berdasarkan kondisi tersebut, untuk dapat tetap mempertahankan situasi Kamseltibcarlantas (keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas) yang tetap kondusif maka Polres Barito Timur melaksanakan kegiatan cipta kondisi sebelum Pemilu melalui kegiatan operasi kepolisian dengan sandi Operasi Zebra Telabang 2023.

Pada kesempatan tersebut Kapolres juga mengungkapkan bahwa sejak Januari hingga Agustus 2023, di wilayah hukum Polda Kalteng terdapat 758 kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal 275 orang, luka berat 118 orang dan luka ringan 806 orang.

Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2022 yang berjumlah 604 kejadian kecelakaan, terjadi peningkatan 25 persen atau 154 kasus.

Data tersebut mencerminkan tingkat disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di wilayah Kalimantan Tengah.

--page

"Bila dibandingkan dengan dinamika mobilisasi massa yang mungkin akan terjadi sebagai dampak dari rangkaian kegiatan Pemilu seperti pergerakan masa menuju tempat pendaftaran calon, pergerakan masa menuju lokasi kampanye, pergerakan massa dari dan ke lokasi pusat pemerintahan dan lokasi-lokasi lain yang berkaitan dengan kegiatan Pemilu, maka diperlukan langkah-langkah awal yang menyentuh kelompok masyarakat yang nantinya dalam rangkaian kegiatan Pemilu berpotensi melaksanakan mobilisasi sehingga pemahaman tentang tanggung jawab moral dalam kondusifitas Kamseltibcarlantas terbentuk sejak awal," tuturnya.

Hal tersebut dimaksudkan untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas serta menciptakan Kamseltibcarlantas menjelang dan saat pelaksanaan pemilu 2024. (BOLE MALO/R)