BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Palangka Raya, Budi Harjono mengatakan untuk Hydrant Jalan MH. Thamrin dibuka hanya untuk keadaan darurat api Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sampai ke kawasan notabede pemukiman masyarakat di tengah kota.
"Kalo sifatnya menyangkut sampai kawasan pemukiman akan kami buka," ucapnya saat dikonfirmasi awak media, Senin 4 September 2023.
Dirinya memberitahukan Hydrant berfungsi sebagai titik sambungan di mana petugas pemadam kebakaran dapat memanfaatkan persediaan air yang ada untuk memadamkan kebakaran.
"Kalau untuk Karhutla ini kan, mohon maaf kami prediksi sudah berjalan dalam kurun waktu kurang lebih satu setengah bulan. Dan berdasarkan informasi BMKG kemarau ini akan berlanjut," katanya.
Dia juga menambahkan pengambilan Hydrant terus-terusan memberikan pengaruh terhadap tekanan air bersih untuk masyarakat berkurang.
Tentu hal tersebut berakibat terhadap keluhan masyarakat secara langsung mendatangi kantor Perumdam Palangka Raya.
"Pak tekanan kami kecil, pak kami tidak keluar airnya. Untuk laporan sudah banyak satu bulan yang lalu dalam satu hari kurang lebih 10-15 yang lapor," bebernya.
Ia juga memberitahukan, daerah yang sering melapor kepada pihaknya masyarakat yang berada di Jalan G. Obos ujung, Jalan Cempaka Kota Palangka Raya.
--page
"Jumlah Hydrant di Kota Palangka Raya terdapat 45 titik, dan yang aktif terdapat 14 titik. Yang terbuka wilayah Pasar Besar 4 titik Pasar Kahayan 2 titik Kereng Bangkirai Jalan G.Obos Ujung Jalan Tjilik Riwut Km 8 ujung. Ada 1 di Jalan Cempaka dekat lampu merah, kemudian Jalan Seth Adji dan Jalan H.Ikap juga ada," terangnya. (MARINI/R)









