BORNEONEWS, Nanga Bulik - Direktur RSUD Lamandau, dr. Ning Agustina menyebut bahwa pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah upaya seluruh komponen masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujudnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang produktif secara sosial dan ekonomis.
“Untuk meningkatkan dan menyiapkan SDM yang berkualitas dan pelayanan yang optimal, RSUD Lamandau menyiapkan berbagai fasilitas dalam menunjang pelayanan, sehingga perlu dibangun gedung baru yang kita resmikan hari ini,” sebut Ning saat menghadiri acara peresmian Tower A RSUD Lamandau, Senin, 04 September 2023.
Dikatakan Ning, pembangunan gedung baru RSUD Lamandau itu menggunakan anggaran murni Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau sebesar Rp 60 Miliar yang dikerjakan secara Multiyears dimulai tahun 2021 hingga 2022.
“Gedung baru ini dirancang dengan memberikan kesan Hoomy, diharapkan masyarakat yang berobat tidak seperti berobat ke rumah sakit, tapi seolah-olah sedang berada di pusat perbelanjaan, karena disediakan stand-stand makanan dan minuman. Hal ini untuk mengaburkan aroma obat yang menjadi ciri khas rumah sakit,” ujarnya.
RSUD Lamandau, lanjut Dia, adalah satu-satunya bangunan bertingkat 5 yang dilengkapi lift dan menampilkan ornamen-ornamen di dalam gedung dengan curi khas Suku Dayak Tomun dengan tujuan transfer on knowledge.
--page
Gedung baru RSUD Lamandau terdiri dari lantai 1 adalah instalasi darurat, ponek dan radiologi. Lantai 2 untuk ruang poliklinik rawat jalan dan laboratorium. Lantai 3 merupakan kamar operasi dan ICU.
“Kemudian lantai 4 untuk kebidanan dan perinatologi dan Lantai 5 merupakan ruang perawatan standar,” bebernya. (HENDI NURFALAH/J)









