BORNEONEWS, Palangka Raya - Saat ini, kondisi Sungai Kahayan Kota Palangka Raya sedang surut. Secara kasat mata, pasir, lumpur, bahkan krikil-krikil permukaan sungai sudah terlihat. Kondisi itu membuat Sungai Kahayan kini memiliki gosong atau muncul sejenis pantai akibat mengalami penyurutan.
Meski demikian, belum berdampak pada produksi air Perumdam Palangka Raya. "Sampai sejauh ini belum mengalami kendala dalam menyuplai air bersih untuk masyarakat," ucap Direktur Perumdam Palangka Raya, Budi Harjono, Senin 4 September 2023.
Dirinya mengutarakan, ketinggian air Sungai Kahayan masih di angka kurang lebih 5,5 meter sampai 6 meter. Perumdam masih dapat memproduksi air pada angka 190 liter per detik.
"Walaupun, sungai tengah surut, kami belum mengurangi pengurangan dari operasional seperti biasanya," katanya.
Hal demikian, ujarnya, agar pasokan air bersih masyarakat tidak terganggu pada saat menghadapi musim kemarau. Bahkan penyurutan debit air sungai Kahayan.
--page
Dirinya menambahkan, apabila titik rawan terjadi pihak yang akan segera melakukan operasional pasokan tambahan air baku berada di Kelurahan Tumbang Rungan Kecamatan Pahandut Kota Palangka Raya. (MARINI/Y)









