BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Pusat Statistik (B PS) mencatat sektor pangan turut menyebabkan inflasi dalam beberapa waktu terakhir.
Salah satunya disebabkan oleh Fenomena El Nino yang memicu kekeringan sehingga mengganggu produksi beras global hingga awal 2024.
“Pada Agustus 2023 beras memberikan andil inflasi terbesar yaitu 0,05 persen,” kata Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti saat rakor, Senin, 4 September 2023.
Ia menjelaskan secara musiman, defisit produksi beras selalu terjadi pada periode Agustus hingga akhir tahun. Namun, menurutnya, perlu diwaspadai kenaikan harga beras di sejumlah wilayah akibat keterbatasan pasokan.
Sedangkan deflasi, lanjut dia, pada Agustus 2023 disebabkan oleh komponen harga bergejolak yang mengalami deflasi sebesar 0,51 persen dengan andil deflasi sebesar 0,09 persen.
--page
“Komoditas harga bergejolak yang dominan memberikan andil deflasi adalah daging ayam ras, bawang merah, telur ayam ras, dan kacang panjang,” ucap Amalia. (HERMAWAN DP/Y)









