TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Ramai warga Barito Timur mentransmisikan di grup-grup WhatsApp dua potongan video yang diduga fenomena angin puting beliung di Provinsi Kalimantan Selatan pada Senin, 4 September 2023.

Dalam video pertama berdurasi 6 detik yang disertai keterangan lokasi kejadian Kabupaten Hulu Sungai Selatan itu, tampak pusaran angin terjadi di atas kebakaran hutan dan lahan atau karhutla dan menggulung naik kepulan asap karhutla.

Sedangkan pada video kedua berdurasi 28 detik dan dikabarkan terjadi di lokasi expo Kabupaten Tabalong, terlihat tenda-tenda pedagang beterbangan dihantam angin.  Dalam video tersebut terdengar suara warga setempat berteriak angin puting beliung.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas IV Sanggu Nur Setiawan yang dimintai penjelasan terkait dua video yang beredar itu menjelaskan, fenomena tersebut bukan angin puting beliung.

"Itu bukan angin puting beliung, kalau puting beliung disebabkan awan CB (cumulonimbus) yang bersifat basah,  kalau melihat fenomenanya (seperti pada video) itu disebut dust devil atau angin puyuh," jelasnya melalui pesan WhatsApp.

--page


Nur Setiawan menambahkan, angin puyuh terjadi karena panas yang tidak merata pada permukaan, semacam konvektif tapi tidak membawa uap air melainkan hanya aliran udara dari sekelilingnya.

Menurut dia, kasus karhutla yang terjadi akhir-akhir ini bisa menjadi pemicu munculnya angin puyuh sehingga fenomena serupa dapat saja terjadi di Kabupaten Barito Timur akibat peningkatan karhutla.

"Perbedaan suhu yang sangat signifikan dalam suatu kolom atau area memicu perpindahan udara yg berputar, semakin tinggi selisih suhunya maka semakin tinggi juga kecepatan pusaran yang ditimbulkan," kata Nur Setiawan menjelaskan.

"Di setiap area yang terbakar berpotensi terjadi angin puyuh, namun apabila sebaran panasnya sudah merata maka angin puyuh akan luruh dengan sendiri," lanjutnya.

Nur Setiawan mengatakan, angin puyuh lebih berbahaya dibandingkan angin puting beliung karena udara yang diangkat angin puyuh sangat panas sehingga dapat mempercepat penjalaran api saat terjadi kebakaran.

Itu sebabnya dia mengimbau agar mewaspadai fenomena angin puyuh di lokasi kebakaran karena dapat membahayakan nyawa petugas pemadaman.

"Untuk petugas pemadam atau relawan yang melaksanakan pemadaman agar lebih berhati-hati jika menemui fenomena angin puyuh ini," pesan Nur Setiawan. (BOLE MALO/Y)