BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat, Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Ternak, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau DPKP Kota Palangka Raya, drh Ganjar Priyatno mengatakan bahwa saat ini harga daging babi ini masih mahal.
"Masih Rp120.000 untuk di eceran, kalau berat hidup masih di angka Rp65.000 - Rp70.000 per Kg," kata Ganjar kepada Borneonews pada Senin, 4 September 2023.
Menurut Ganjar, hal ini terjadi lantaran jumlah peternak dan jumlah babi yang diternakkan di Kota Palangka Raya juga mengalami penurunan drastis pasca penyebaran Demam Babi Afrika atau yang dikenal ASF pada akhir 2021 hingga awal 2022 lalu.
"Ini logika industi perdagangan sebenarnya, karena jumlah babi ternak sudah tidak banyak, maka harga dagingnya pun jadi mahal. Yang dulu sebelum ASF harganya Rp65.000 lalu naik menjadi Rp80.000, sekarang menjadi Rp120.000 per Kg," tutur Ganjar lagi.
Mantan Kepala UPT Rumah Potong Hewan atau RPH Kota Palangka Raya ini mengatakan bahwa saat ini populasi ternak babi di Kota Palangka Raya saat ini menurun hingga 90 persen.
--page
"Saat ini populasi babi di Kota Palangka Raya ini sudah menurun sampai 90 persen," kata Ganjar.
Menurut Ganjar, penurunan populasi ini terjadi pasca banyaknyaa ternak babi milik masyarakat yang mengalami kematian saat virus ASF merajalela pada akhir 2021 hingga awal 2022 ini.
"Sekarang ini ternak babi yang tersisa hanya sekitar 10, paling banyak 15 persen dari jumlah awalnya di akhir tahun 2022 kemarin. Ini jumlah ternaknya ya, bukan jumlah peternaknya," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/Y)









