PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Secara umum Guru Besar Ilmu Kehutanan Universitas Sumatera Utara atau USU, Profesor Rahmawaty menyampaikan manfaat hutan mangrove saat menjadi pembicara dalam Webinar Nasional yang mengangkat tema Potensi Perkembangan Mangrove di Kawasan Lesser Sunda baru-baru ini. 

"Secara umum hutan mangrove itu dapat dibagi menjadi tiga fungsi hutan mangrove," kata Prof Rahmawaty saat menjadi pembicara dalam Webinar Nasional yang mengangkat tema Potensi Perkembangan Mangrove di Kawasan Lesser Sunda baru-baru ini.

Pertama, katanya, fungsi fisik yaitu menjaga garis pantai dari erosi dan abrasi, termasuk potensi bahaya tsunami, menahan badai atau angin kencang dari laut.

"Dalam beberapa riset, hutan mangrove terbukti menjadi wilayah penyangga, serta berfungsi menyaring air laut menjadi air daratan yang tawar," bebernya.

Fungsi kedua adalah fungsi biologi, yakni hutan mangrove berperan penting dalam rantai makanan dengan menyediakan nutrisi bagi plankton dari bahan pelapukan.

--page

"Hutan mangrove menjadi biota bagi ikan-ikan, kerang, kepiting dan udang untuk memijah, berkembang biak dan bersarang. Termasuk juga sumber plasma nutfah dan sumber genetik," jelas Ketua Program Studi Magister dan Doktor Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan atau PSL Universitas Sumatera Utara atau USU ini.

Fungsi ketiga, lanjutnya, yaitu fungsi ekonomi sebagai penghasil kayu bakar, arang, bahan bangunan, juga sebagai penghasil bibit ikan, nener, kerang, kepiting, bandeng melalui pola tambak silvofishery.

"ni yang potensi besar juga sebagai tempat wisata, penelitian dan pendidikan," tambah Prof Rahmawaty.

Selain itu, katanya, kawasan mangrove Lesser Sunda dengan keanekaragaman hayati yang tinggi, berperan ekologis penting, sebagai penangkapan karbon dan kawasan konservasi.

"Potensi ekowisata juga harus dikembangkan secara berkelanjutan," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/H)