PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng, Agustan Saining mengaku telah melaksanakan pengecekan sumber dan ketersediaan air di lokasi daerah rawan terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Pengecekan tersebut dipicu selama beberapa bulan terakhir, cuaca panas kering dan tidak adanya hujan membuat beberapa wilayah dapat mengalami kekeringan.

Sifat tanah di wilayah Kalteng bergambut menyerap dan menahan air secara maksimal, namun pada musim kemarau lahan ini akan menjadi kering sampai kedalaman tertentu dan mudah terbakar.

"Untuk saat ini air masih ada, namun ada juga beberapa wilayah yang kering," ucapnya, Selasa 5 September 2023.

Ia juga menambahkan, kebakaran yang terjadi di lahan gambut sulit dipadamkan sehingga bisa berlangsung berhari-hari. Api yang berada di bawah permukaan tanah akan sulit dideteksi pergerakannya.

Oleh karena itu pemadaman darat perlu didukung dengan pemadaman udara atau water bombing sehingga api bisa benar-benar padam.

--page

"Imbauan kepada daerah untuk memastikan ketersediaan air. Ini adalah langkah penting untuk memastikan akses terhadap sumber air yang cukup saat memasuki musim kemarau," bebernya. (MARINI/R)