PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kabut asap pekat menyelimuti Kota Palangka Raya hampir setiap pagi. Seperti yang terlihat pagi ini, Rabu, 6 September 2023.

Pada jam anak-anak berangkat sekolah yakni mulai pukul 06.00 pagi, kepadatan jalan raya diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Masyarakat pun mulai mengeluhkan sakit kepada dan sesak nafas akibat kabut asap ini.

"Jam berangkat sekolah anak saya yang SD itu kabutnya tebal sekali sekitar jam 6 pagi. Tapi saat saya mengantar anak saya yang TK itu kan masuknya setengah 8 pagi jadi saya mengantarnya sekitar jam 7 pagi, itu kabut sudah mulai pudar," kata Susani, salah seorang warga Kota Palangka Raya kepada Borneonews.

Susani mengharapkan ada kebijakan dari pihak sekolah, terlebih lagi Pemerintah Kota Palangka Raya terkait keberangkatan anak sekolah ini.

"Seandainya bisa, tolong dibuat penyesuaian jam sekolah. Anak-anak tetap sekolah namun jamnya disesuaikan, mungkin masuknya lebih siang, supaya bisa menghindari kabut asap yang turun pagi itu," tuturnya.

--page

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya telah mengeluarkan surat pemberitahuan nomor : 800/2306/Dis.dik.Um-Peg/VIII/2023 tentang penggunaan masker di sekolah untuk mengantisipasi kabut asap yang terjadi akibat karhutla.

"Ada beberapa poin penting dalam surat pemberitahuan ini, poin pertama mewajibkan pemakaian masker kepada seluruh warga sekolah terutama ketika beraktivitas di luar ruangan," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani.

Poin kedua, ialah mengimbau anak-anak mengurangi aktivitas di luar ruangan, poin ketiga meniadakan kegiatan upacara, olahraga dan senam bersama apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan. (TESTI PRISCILLA/H)