BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Jelang tutup tahun 2023, PT. Sawit Sumbermas Sarana (SSMS), Tbk kembali kantongi satu sertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) untuk unit bisnis PT. Mirza Pratama Putra (MPP). Sehingga saat ini 7 dari 8 pabrik kelapa sawit (PKS) dan 1 pabrik Palm Kernel Oil (PKO) telah mengantongi sertifikat RSPO atau sudah mencapai 90 persen.
Group Head Sustainability PT. SSMS, Tbk, Henky Satrio Wibowo, Rabu, 6 September 2023 menjelaskan terkait sertifikasi RSPO saat ini tinggal PKS Kanamit yang dikelola PT Menteng Kencana Mas (MKM) yang masih proses untuk mendapatkan sertifikasi tersebut.
"Awal September ini PT. MKM telah melakukan initial audit RSPO. Ditargetkan kwartal I tahun 2024 sudah rampung, sehingga SSMS Tbk telah mencapai 100% RSPO certified," jelasnya.
Henky mengatakan dalam hal pendampingan sertifikasi independent smallholder, dilakukan kemitraan bersama Ecogreen.
"Mei 2023 ini telah diselesaikan audit eksternal. Rencananya tanggal 13 September 2023 sebanyak 128 petani di Desa Mekar Mulya dengan luasan 552,9 hektar akan menerima sertifikat RSPO, ini merupakan petani Independent Smallholder RSPO certified kedua setelah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Mandiri (APKSM),” jelasnya.
Henky menjelaskan sebelumnya, 614 petani binaan PT. SSMS, Tbk di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Provinsi Kalimantan Tengah dan tergabung dalam APKSM telah mendapatkan sertifikat RSPO dengan luasan mencapai 1.365 hektar.
"PT. SSMS, Tbk berkomitmen untuk memperkuat ketertelusuran rantai pasokan dan memastikan keberlanjutan produk yang dihasilkan, telah memenuhi standar dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Karena itu, PT. SSMS Tbk melakukan pendampingan ke petani swadaya sebagai bagian dari rantai pasokan dan ketertelusuran tandan buah segar (TBS)," jelasnya.
--page
Untuk itulah PT. SSMS, Tbk akan mengambil peran untuk mendorong agar lebih banyak petani swadaya yang terlibat dalam pasar sawit berkelanjutan melalui program sertifikasi RSPO.
"Langkah ini menjadi wujud penguatan komitmen PT. SSMS, Tbk guna memperbaiki tata kelola sawit yang lebih berkelanjutan serta meningkatkan daya saing sawit Indonesia baik di pasar domestik maupun pasar internasional," jelasnya. (WAHYU KRIDA/R)









