PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua DPRD Palangka Raya, Sigit K Yunianto menyebut isu penghapusan pertalite membuat resah masyarakat. Karena itu dia meminta Pertamina menghentikan wacana penghapusan Pertalite di tahun 2024.

"Secara regulasi hal itu bukan domain Pertamina sebagai operator produksi dan distribusi BBM. Melainkan wilayah kerja pembentuk kebijakan. Isu itu malah bikin kita resah," katanya, Rabu, 6 September 2023.

"Pemerintah, sebagai regulator, saja kata dia tidak mengangkat masalah ini, masa Pertamina bikin heboh masyarakat dengan isu seperti itu," imbuhnya.

Politisi PDIP itu menilai wacana penghapusan Pertalite adalah isu yang sensitif bagi masyarakat, karena daya belinya masih lemah pasca pandemi Covid-19, apalagi di di tahun politik menjelang Pemilu.

Apalagi yang diusulkan sebagai pengganti Pertalite adalah Pertamax 92 green, yang diperkirakan harganya lebih mahal dari harga Pertalite eksisting.

--page

"Itu kan sama artinya dengan memaksa rakyat untuk membeli BBM yang lebih mahal, karena BBM yang murah, yakni Pertalite, dihapus," ungkapnya. (HENDRI/R)