BORNEONEWS, Palangka Raya - Berdasarkan prakiraan cuaca dari Stasiun Meteorologi Klimatologi Kelas I Tjilik Riwut Kota Palangka Raya, untuk puncak musim kemarau di Provinsi Kalimantan Tengah berbeda - beda.
"Untuk Kota Palangka Raya sendiri harusnya puncak kemarau terjadi pada periode bulan Juli hingga Bulan Agustus sesuai hasil prakiraan cuaca dan musim dari kami," kata Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Kota Palangka Raya Catur Winarti, Rabu, 6 September 2023.
Namun faktanya hingga awal September masih musim kemarau. Meskipun berdasarkan informasi dari prakirawan cuaca mulai Selasa, 5 September hingga Kamis 7 September Provinsi Kalteng.
Hal tersebut terbukti, misalnya Selasa lalu beberapa daerah di Jalan G Obos Kelurahan Menteng dan Tjilik Riwut Kilometer 13 sempat terjadi hujan dengan intensitas ringan selama lima menit.
Menurutnya hal tersebut, juga bisa menjadi salah satu awal atau tanda Kota Palangka Raya memasuki musim peralihan cuaca, apabil beberapa hari kedepan ada terjadi hujan lagi di wilayah Provinsi Kalteng.
--page
"Kita juga berharap bulan ini Kota Palangka Raya dan Provinsi Kalteng sudah masuk musim peralihan dari kemarau ke musim hujan, untuk mencegah terjadinya Karhutla di Provinsi Kalteng," pungkasnya. (PATHUR/R)









