NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Loka POM (Pengawas Obat dan Makanan) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengadakan Kegiatan Informasi, Komunikasi dan Edukasi di Kabupaten Lamandau. Hal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan literasi dan pemahaman masyarakat di daerah setempat terkait pengawasan obat dan makanan.

Menanggapi kegiatan itu, Bupati Lamandau Hendra Lesmana memberikan apresiasinya kepada pihak Loka POM Kobar yang telah menggelar sosialisasi dan pemahaman bagi pramuka dan masyarakat di wilayah kerjanya (termasuk di Kabupaten Lamandau).

Dengan melibatkan pramuka dan masyarakat untuk ikut serta dalam pengawasan obat dan makanan, tentu akan semakin baik, dan tidak ada lagi obat ataupun makanan tidak layak konsumsi yang beredar di tengah masyarakat.

Kegiatan yang dilaksanakan di aula BKD Lamandau itu diikuti oleh 65 orang anggota pramuka yang terdiri dari Pramuka penegak dan Pandega, dengan tajuk ‘Pramuka Generasi Penggerak Bangsa, Pandu Obat, dan Pangan Aman’.

“Pemerintah daerah menyambut baik kegiatan yang bermanfaat bagi pemerintah dan masyarakat. Kita memahami arti penting pengawasan terhadap obat karena tentu badan POM tidak bisa berjalan sendiri, ini langkah yang baik di kabupaten Lamandau,” ungkap Bupati Hendra di Nanga Bulik, Rabu, 6 September 2023.

Pada acara tersebut sekaligus dilaksanakan Pelantikan Saka POM yang pertama cabang Lamandau tahun 2023-2028.

“Kepada seluruh Saka POM yang baru saja di kukuhkan, ini merupakan implementasi kegiatan pramuka dalam memberikan asas dan manfaat bagi masyarakat spesifik tentang pengawasan obat dan makanan,” tambah Bupati.

Bupati berharap Saka POM ini nantinya dapat menjadi pionir dalam mengedukasi dan pengawasan terhadap obat dan makanan di kabupaten Lamandau yang melibatkan generasi muda Pramuka.

Diketahui, kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka pengawasan obat dan makanan dan pemberdayaan masyarakat agar dapat memilih dan menggunakan produk obat dan makanan yang aman.

Ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan penyalahgunaan obat dan perilaku penyimpangan yang berbahaya bagi kesehatan, serta disampaikan mengenai informasi lima kunci keamanan pangan untuk anak usia sekolah dan memperkenalkan Saka POM dan program pengawasan obat dan makanan yang dilakukan bersama Pramuka dan Badan POM. (HENDI NURFALAH/R)