BORNEONEWS, Palangka Raya - Kabut asap di Palangka Raya, terutama yang terjadi di saat pagi hari mulai dikeluhkan masyarakat. Kebanyakan mengeluhkan sakit kepala dan sesak nafas, terlebih bagi masyarakat yang mengidap penyakit asma dan sebagainya.
"Capeknya itu saat pagi dan menjelang malam, itu asapnya sangat terasa. Terutama bagi kami pengidap asma ini sangat tersiksa. Kalau saya sekarang sedang beli alat nebu secara online, semoga cepat datang," kata Indri Andini, salah seorang masyarakat Kota Palangka Raya kepada Borneonews pada Rabu, 6 September 2023.
Hal lainnya dikeluhkan Mega yang mengaku mengalami sakit kepala secara terus menerus semenjak asap akibat karhutla merebak di Kota Cantik.
"Saya termasuk yang pernah mengalami musim kabut asap parah tahun 2015 dulu dan yang saya rasakan sekarang ini mulai seperti itu. Saya rasa sakit kepala yang saya alami ini karena kekurangan oksigen yang masuk ke otak akibat kabut asap, sama seperti yang saya alami saat 2015 dulu. Kalau dulu saking parahnya asap itu sampai ada posko oksigen kan, setelah mendapatkan oksigen dulu saya baikan," bebernya.
Dikonfirmasi terkait hal ini, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, drg Andjar Hari Purnomo mengatakan sakit kepala dan sesak nafas bisa saja menjadi akibat dari kabut asap.
--page
"Bisa jadi. Secara keseluruhan, penderita ISPA dapat memiliki manifestasi klinis seperti demam, batuk, pilek, sesak napas, berat badan menurun, serta nyeri otot atau myalgia," jelas drg Andjar. (TESTI PRISCILLA/Y)









