PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Tim Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah atau KPwBI Kalteng, Fetria Saman mengimbau masyarakat untuk selalu mengecek keaslian uang saat menerima uang dengan metode 3D.

"Kalau awam, bisa dicek dengan cara 3D saja yakni Dilihat Diraba dan Diterawang," kata Fetria pada Rabu, 6 September 2203.

Hal ini disampaikan Fetria berkaitan dengan beredar video yang menunjukkan uang rupiah kertas bernominal 100.000 namun ternyata tidak diterima oleh pihak bank karena disebut sebagai uang mutilasi.

Video berdurasi 53 detik ini diberi narasi "Hati-hati, mulai beredar Uang 100rb Mutilasi, sebagian Asli, bagian lainnya Palsu" dan telah dibagikan berkali-kali melalui aplikasi WhatsApp.

"Kalau yang mutilasi begitu kan keliatan saja bahwa itu ada sambungan, jadi tidak perlu pengecekan dengan alat. Diraba pun pasti terasa ada tonjolan di sekitar sambungan itu," tuturnya.

--page

Meski di Kota Palangka Raya sendiri kasus seperti ini belum pernah muncul, namun, kata Fetria, tidak ada salahnya masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam menerima uang, utamakan selalu mengecek keasliannya.

"Kalau antisipasinya, masyarakat mungkin bisa lebih teliti lagi saat menerima uang, simpel saja 3D Dilihat Diraba Diterawang," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/Y)