BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ada hal yang menarik disampaikan oleh Komisaris Utama PT. Citra Borneo Utama (CBUT), Tbk Sofyan A. Djalil dalam kegiatan Groundbreaking Ceremony Physical Refinery Plant 1500 ton per day (TPD) dan Dry Fractionation Plant 1000 TPD di kantor PT. CBUT, Tbk Jalan Pelabuhan RORO ASDP, Tempenek Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kamis, 7 September 2023 pagi.
Menurut Sofyan A Djalil keberadaan kawasan industri di Tempenek, Kecamatan Kumai ini merupakan bukti nyata dari komitmen Pengusaha Nasional asal Kabupaten Kobar H. Abdul Rasyid AS untuk membangun daerahnya dalam bidang industri.
"Tentunya keberadaan kawasan industri ini merupakan hal positif dalam rangka menciptakan industri dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Tengah dan Indonesia. Sehingga sudah selayaknya masyarakat bersyukur karena masih ada putra daerah yang mengetahui bagaimana memanfaatkan resource sumber daya alam yang ada dengan baik untuk mencapai kemajuan pembangunan daerah," jelasnya.
Karena, menurut Sofyan A Djalil, perlu diakui sangat sedikit persentase pengusaha bertaraf nasional dan internasional di Indonesia yang memiliki komitmen kuat untuk membangun bisnis di tanah kelahirannya.
"Seperti yang diketahi, biasanya pengusaha membuka bisnis di tempat lain dan hasil bisnisnya sebagian besar disalurkan ke daerah asalnya. Namun, setelah beberapa kali saya berbincang dengan Bapak H. Abdul Rasyid AS menyampaikan tujuan beliau membangun bisnis di Provinsi Kalteng lantaran ia tidak ingin masyarakat Kalteng hanya menjadi penonton pembangunan saja, namun bisa terlibat dan memperoleh keuntungan atas pembangunan ekonomi yang saat ini berlangsung pesat," jelasnya.
Terlebih sebagai pengusaha H. Abdul Rasyid AS diakuinya memiliki pengetahuan dan visi pengembangan industri kelapa sawit yang memiliki potensi besar sebagai penyokong ekonomi utama di Kalteng.
"Karena keberadaan kelapa sawit bisa dikatakan sebagai berkah, lantaran komoditas ini mudah ditanam dan dikembangkan di Indonesia, khususnya di Kalteng dan beberapa daerah lainnya. Selain itu hasil dari tanaman kelapa sawit tersebut dalam hal kuantitas sangat maksimal sehingga tidak salah saat ini tanaman sawit menjadi salah satu produk unggulan Indonesia," jelasnya.
Kemudian, selain digunakan untuk memenuhi kebutuhan minyak nabati skala lokal dan internasional, produk turunan sawit juga merupakan bahan baku dari berbagai produk consumer goods contohnya kosmetik, sabun, pasta gigi dan berbagai produk penunjang keseharian individu.
--page
"Bahkan saat ini hasil produk turunan kelapa sawit juga digunakan sebagai Biosolar B30 yaitu campuran minyak solar dan biodiesel guna kebutuhan bahan bakar industri dan transportasi. Dengan jumlah produksi sawit Indonesia saat ini yang lebih dari 50 juta ton, sawit juga berhasil melepaskan 7 juta keluarga dari jerat kemiskinan akibat ketiadaan lapangan kerja. Dengan fakta yang ada tersebut terlebih pengambangan industri sawit yang dilakukan oleh Bapak H. Abdul Rasyid AS di Kalteng saya optimis industri ini bisa menghasilkan kemakmuran bagi masyarakat tentunya dengan tetap memperhatikan sisi sustainable dalam hal lingkungan," jelasnya. (WAHYU KRIDA/R)









