BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) langsung bereaksi pasca munculnya konten kreator yang beredar di media sosial mengenai keluhan mahasiswa terhadap permasalahan yang terjadi di Universitas Palangka Raya (UPR).
Mereka menyebut jika informasi yang termuat dalam konten tersebut benar adanya. Oleh karena itu Presiden Mahasiswa (Presma) BEM UPR, Permutih Imam Basar melontarkan 7 tuntutan kepada Rektorat UPR.
Ke 7 tuntutan tersebut yakni:
Pertama, kenapa mengurus administrasi harus bayar lagi?
Kedua, kenapa masih ada kewajiban membeli buku untuk menjamin kelulusan?
Ketiga, Kenapa tidak bisa naik lift di gedung merah putih?
Keempat, kenapa kampus belum pakai AC semua? Kalaupun kipas angin masih ada saja yang rusak, panasnya seperti di padang rumput.
Kelima, kenapa di kampus masih pakai kursi kayu rawan patah, plafon atap ruangan mengajar rusak dan rawan kalau lagi hujan?
Keenam, pakai fasilitas kampus kok bayar lagi uang kebersihannya, padahal sudah ada yang bertugas sesuai bidang?
Ketujuh, hak 10 persen Ormawa dari pembayaran UKT memang ada? sejak kapan? Kok susah banget pengajuan dan pencairannya?
"Ini adalah konsolidasi tentang keanekaragaman problematika pada kampus kuning, "kata Imam, Kamis, 7 September 2023.
--page
Ia mengemukakan hal tersebut atas dasar mahasiswa UPR sudah memenuhi kewajibannya, lalu mempertanyakan haknya.
"Pada hari ini kami akan bahas sampai tuntas dimulai pukul 18.00 Wib, berkumpul di Fakultas Teknik UPR," tandasnya. (MARINI/R)









