PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebagai upaya untuk terus meningkatkan sumber daya manusia khususnya di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), kembali Anggota Komisi VII DPR -RI Mukhtarudin bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar pelatihan dan sosialisasi pengolahan hasil perikanan berbasis pada fish jelly, Jumat, 8 September 2023.

Menurut Mukhtarudin terus dilakukannya pelatihan ini merupakan upaya pihaknya sebagai wakil masyarakat untuk berkolaborasi dengan lembaga negara guna memberikan pengetahuan praktis yang bisa diaplikasikan pada aktivitas keseharian yang berpotensi bisa menjadi sarana memperoleh nilai tambah perekonomian.

"ini sebagai tanggung jawab saya sebagai wakil rakyat.Terlebih kegiatan pelatihan pengolahan hasil perikanan berbasis fish jelly ini sangat diminati masyarakat. Karena output pelatihan ini bisa diimplementasikan secara langsung oleh peserta dalam hal pengolahan ikan. Sehingga hasilnya bisa dijual guna menambah pendapatan keluarga," jelasnya.

Menurut Mukhtarudin guna menciptakan dunia kewirausahaan di Indonesia khususnya di Provinsi Kalteng dan Kabupaten Kobar, pastinya masyarakat juga perlu mendapatkan pengetahuan agar mereka bisa membuat produk yang memiliki nilai jual.

"Bagaimana peningkatan perekonomian masyarakat bisa meningkat bila mereka tidak memiliki pengetahuan. Karena itulah kegiatan pelatihan ini secara berkelanjutan selalu kami laksanakan, agar industri kecil yang dikelola masyarakat bisa terus tumbuh. Lantaran salah satu tolak ukur kemajuan suatu daerah dalam bidang ekonomi adalah semakin banyak munculnya pengusaha di daerah itu, baik pengusaha kecil maupun besar," jelasnya.

Selain pelatihan untuk meningkatkan skill, kedepan pihaknya juga bakal menggelar pelatihan dan pemasaran produk yang telah dihasilkan.

--page

"Pastinya bila pelaku UMKM yang mengikuti pelatihan ini sudah bisa menghasilkan produk makanan berbasis ikan dan mampu memenuhi standar mutu, kedepan kami juga akan kembali lagi bekerjasama dengan lembaga pemerintah guna membantu memasarkan produk yang dihasilkan," jelasnya. (WAHYU KRIDA/R)