STAF Ahli Menteri Energi d;an Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Investasi dan Pengembangan Infrastruktur, Agus Budi Wahyono mendukung percepatan pembangunan kelistrikan di wilayah Kalimantan Selatan.
“Berdasarkan rencana kerja Kementerian ESDM hingga 2019 akan ada tambahan daya 792 ribu mega watt,” tutur Agus saat Musrenbang Provinsi Kalsel di Banjarbaru, Senin (11/4/2016).
“Kebijakan pemerintah saat ini adalah pembangunan kelistrikan berbanding lurus dengan pertumbuhan perekonomian disuatu daerah, khususnya soal pertumbuhan sektor industri yang sangat memerlukan pasokan listrik yang memadai,” katanya.
Saat ini pertumbuhan ekonomi di Kalsel cukup tinggi, bahkan berada di atas rata-rata nasional meski mengalami perlambatan karena pengaruh krisis ekonomi global.
Dirjen Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Reydonnyzar Moenek mengatakan pada Musrenbang ini pemangku kepentingan lain yang hadir agar bisa memberikan saran dan masukan agar RKPD 2017 selaras dengan prioritas dan sasaran pembangunan daerah Provinsi Kalimantan Selatan 2017 dengan RPJMN Nasional 2015-2019.
“Hanya dengan komitmen yang tinggi dan kerja sama yang melibatkan seluruh kelompok dan lapisan masyarakat, kita akan bisa mewujudkan Indonesia berdaulat, mandiri, berkepribadian berlandaskan gotong royong sesuai visi pembangunan Indonesia 2015-2019,” katanya.
RKPD tambahnya punya kedudukan, peran dan fungsi yang strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah sesuai Pasal 263 ayat 4 UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang menyatakan RKPD merupakan penjabaran dari Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
RPJMD memuat rancangan kerangka ekonomi dan prioritas pembangunan daerah serta rencana kerja dan pendanaan untuk jangka waktu satu tahun.
Kepala Bappeda Kalsel, Jaseran mengatakan RKPD 2017 merupakan tahun pertama pelaksanaan visi misi dan janji kepala daerah.
Hasil Musrenbang ini nantinya dituangkan dalam dokumen RPJMD 2016-2021. (Ant/B-6)








