ANGGOTA Komisi B DPRD Barut Leni Marlina menilai, sejauh ini masyarakat di Kabupaten Barut khususnya yang tinggal di pedalaman masih sering kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
Hasil kunjungannya ke daerah, kata Leni, banyak masyarakat yang mengeluhkan keterbatasan ketersediaan air bersih.
Terlebih saat ini, PDAM banyak mengalami gangguan alat dan sarana yang ada. Hal ini tentu harus menjadi perhatian pemerintah daerah, PDAM dan instansi terkait lainnya dalam menanggulangi masalah tersebut.
Bila perlu, sarana penyuplai air bersih yang ada seperti mobil tangki milik PDAM jumlahnya harus ditambah, karena sarana yang ada selain sering rusak karena termakan usia juga kapasitasnya kecil.
“Namun selama ini, tidak ada usulan dari PDAM mengenai penambahan sarana mobil penyuplai air bersih tersebut, padahal apabila ada usulan maka Dewan akan mengakomodasi usulan tersebut, karena ini untuk kepentingan masyarakat banyak,” ucapnya, Selasa (12/4/2016).
Dengan adanya penambahan sarana penunjang air bersih, diharapkan mampu mengakomodasi keluhan masyarakat dan tidak terhambat masalah aliran air bersih.
“Hal ini harus di cari solusinya secara bersama-sama,” imbuhnya.
Leni juga minta agar PDAM mengusulkan persediaan sarana dan prasarana penunjang perusahaan milik daerah tersebut agar ketersediaan air bersih bisa merata ke semua masyarakat di kabupaten tersebut. (DN/B-5)



