PALANGKA RAYA –

\BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS dan Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi atau SBRC IPB University baru-baru ini menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Manfaat Minyak Makan Merah untuk Kuliner dan Kesehatan di Pekanbaru Riau.

Materi sosialisasi meliputi Teknologi produksi CPO dan minyak makan merah,manfaat Kesehatan dan penyajian minyak makan merah, pengembangan produk turunan minyak makan merah, potensi dan Analisa usaha minyak makan merah dan ditutup dengan praktek pembuatan produk turunan minyak makan merah.

Kepala Divisi SBRC IPB University, Dwi Setyaningsih menyampaikan bahwa minyak makan merah atau sering disebut dengan minyak sawit merah merupakan salah satu produk turunan kelapa sawit dimana pengolahannya tidak melalui proses pemucatan untuk mempertahankan kandungan karotenoidnya.

"Minyak Makan Merah adalah produk yang ideal karena alami, non-GMO, bebas trans-fat, bebas PHO dan diproses pada suhu rendah," kata Dwi dalam rilis yang dikirimkan BPDPKS pada Jumat, 8 September 2023.

Minyak makan merah, katanya, dapat dikonsumsi secara langsung maupun tidak langsung. "Kelemahannya jika dikonsumsi secara langsung adalah menimbulkan rasa getir dan bau palmy yang masih tercium, serta warnanya yang merah pekat," bebernya.

--page

Oleh karena itu, lanjut Dwi, pemanfaatannya dapat digunakan sebagai pewarna alami, serta dapat dibuat berbagai produk olahan UKM seperti margarin, keju nabati, fat replacer, bahkan dapat diformulasi pada produk sabun alami dan skin care. (TESTI PRISCILLA/Y)