BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya menggelar pelatihan mitigasi bencana Karhutla. Kali ini sasaran kegiatan diperuntukan bagi wartawan dari berbagai perusahaan media.
Pelatihan mitigasi bencana bersama puluhan jurnalis itu berlangsung di Kafe Jesika, Jalan Yos Sudarso kawasan taman Kuliner Tunggal Sangomang, Sabtu, 9 September 2023.
Pelatihan tersebut, menghadirkan tiga pemateri, yakni dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalteng, Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya dan Polresta Palangka Raya.
Narasumber dari DLH Kalteng menyampaikan materi tentang sumur bor. Dari dinas kesehatan bicara soal dampak kesehatan atas bencana dan dari Polri menjelaskan soal penegakan hukum khususnya Karhutla.
Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Emi Abriyani mengatakan, pelatihan ini guna mengedukasi terkait berbagai upaya mitigasi bencana.
--page
Dalam hal ini mitigasi bencana bukan hanya bagaimana mencegah bencana dapat terjadi. Namun juga mencegah serta meminimalisir adanya korban jiwa jika terjadi bencana.
Untuk itu peran jurnalis penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat, agar masyarakat dapat terhindar dari bencana misalnya, banjir maupun Karhutla.
"Jadi kita tidak hanya berbicara masyarakat dilarang membakar sampah atau bakan lahan agar tidak terjadi kebakaran. Tapi juga bagaimana masyarakat bisa selamat ketika terjadi bencana dan upaya mencegahnya," katanya.
Lebih lanjut Emi Abriyani berharap, dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan masyarakat terkait pentingnya upaya mitigasi bencana.
"Bagaimanapun pengetahuan tentang mitigasi bencana ini sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat agar ke depan tidak memberikan dampak buruk bagi kita semua," pungkasnya. (HENDRI/Y)









