FAKTOR cuaca menjadi salah satu hambatan pelaksanaan pengerjaan proyek fisik di Kabupaten Lamandau. Saat ini, hujan deras masih kerap mengguyur daerah itu.


Pembangunan fisik yang paling terkendala akibat hujan adalah pekerjaan pembukaan dan peningkatan jalan serta penimbunan.

Seperti yang disampaikan rekanan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lamandau, Damang, saat mengerjakan penimbunan jalan 60 meter di dekat Alun-Alun SKPE, Kecamatan Bulik.


“Cuaca hujan ini cukup membuat kerjaan kita tersendat. Sudah hampir dua pekan kerjaan peningkatan jalan ini kita setop dulu, alat berat kita belum bisa bergerak lagi, semua armada dumptruk yang mengangkut latrit pun harus masuk garasi dulu. Sebab, jika dipaksakan medan jalan pasti amblas, dan beberapa titik masih digenangi air,” kata Damang, Selasa (12/4).


Hambatan tidak hanya terjadi saat lokasi pekerjaan diguyur hujan lebat. Tetapi, jika terhadi hujan di daerah hulu sungai induk, pekerjaan tidak bisa dilanjutkan karena Sungai Lamandau meluap hingga air menggenangi lokasi yang dikerjakan.


“Biasanya kalau hujan reda selama dua hari dan air sungainya surut, kami bisa mulai nenimbun lagi. Padahal di beberapa titik sudah kita timbun dan tinggikan hingga lebih dari 80 cm,” katanya.


Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas PU Lamandau, Agus In Yulius, mengatakan permasalahan tersebut menjadi perhatian pihaknmya.


Bidang Bina Marga berkoordinasi dengan bagian pengairan PU untuk dibuatkan sodetan agar air di sejumlah lokasi segera surut.


“Kami (Bina Marga) sudah berkoordinasi dengan bagian pengairan agar dibuatkan sodetan di lokasi tersebut. Dengan harapan agar airnya tidak menggenang dan tidak menghambat pekerjaan jalan tersebut,” kata Agus menjelaskan.

(B-11)