BORNEONEWS, Palangka Raya – Praktisi pendidikan menilai pembelajaran semi militer dimasukan kedalam pelajaran sekolah untuk mendidik mental pelajar.
Trainer Pembangunan SDM SAS Manajemen, Fathan Asy'ari menilai kondisi hari ini anak muda dihadapkan dengan posisi enak, sehingga semua serba serbi instan dan mudah. Apalagi gaway membuat asyik dan candu sehingga generasi sekarang lebih senang rebahan.
"Saya menyarankan pendidikan militer masuk ke sekolah-sekolah seperti TNI, Polisi atau trainer bukan hanya sekali setahun tetapi terjadwal seperti jadwal ekskul dan wajib atau seperti 1-2 jam pelajaran di hari-hari biasa," ungkapnya, Sabtu, 9 September 2023.
Ia menambahkan pendidikan militer merupakan budaya pendidikan yang lebih mengedepankan unsur kedisiplinan, jiwa kepemimpinan, pendidikan karakter, peningkatan jiwa nasionalisme, dan peningkatan budi pekerti.
Melalui pendidikan semacam itu, diharapkan peserta didik mampu bersaing baik dari segi akademis maupun behavioristik.
--page
"Kita saat ini menghadapi Krisis mental para generasi penerus, seperti mudah menyerah, Budi pekerti yang buruk disiplin yang rendah, saran ini mendesak untuk dunia pendidikan," tambah Anggota Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kalteng itu.
Ia menambahkan apalagi saat ini anak-anak lebih gemar e-sport atau online sport ketimbang olahraga langsung yang lebih menggunakan fisik. Ditambah medsos pun menjadi penyebab mager.
"Akhirnya jika terus dibiarkan generasi kita secara fisik lemah, secara mental juga kurang," tutupnya. (HERMAWAN DP/H)









