BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) DLH Kalimantan Tengah Merty Ilona mengatakan, sudah seharusnya materi tentang gambut dan dampak karhutla, diajarkan di sejumlah sekolah dalam bentuk muatan lokal ataupun disisipkan pada salah satu mata pelajaran terkait.
"Muatan Lokal ini pihak provinsi sudah membuat, jadi kita koordinasi tahun ini ke Diknas. Bagaimana nanti tahun depan mata pelajaran Muatan Lokal diberikan kurikulum-kurikulum untuk pengenalan gambut dan dampak Karhutla," ucapnya, saat diwawancara awak media, Sabtu, 9 September 2023.
Ia menyampaikan mata pelajaran Muatan Lokal pengenalan gambut dan dampak Karhutla ini sasarannya untuk generasi muda.
Kurikulum pendidikan pengenalan gambut dan dampak Karhutla ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam program rehabilitasi hutan dan lahan gambut di dunia pendidikan.
Dirinya mengutarakan Muatan Lokal ini diterapkan dimulai dari tingkat satuan pendidikan Sekolah Dasar (SD) sampai jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dengan tujuan agar sasaran Muatan Lokal ini tepat sasaran dimulai sejak dini.
--page
"Itu harus dari dini dimulai dari tingkat SD sudah mengerti. Justru peran mereka bagaimana salah satunya ada kejadian di dekat rumah mereka membantu menyampaikan bahwa itu harus segera diatasi," tandasnya. (MARINI/H)









