BORNEONEWS, Palangka Raya - Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA kerap disangkutkan apabila terjadinya asap dari Karhutla. Hal ini berdasarkan penelitian Dinas Kesehatan berkolaborasi dengan masyarakat, akademisi, dan beberapa unsur lainnya.
Ini yang disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya Nur Ainawiyah, berdasarkan regulasi penelitian penyakit yang mayoritas saat asap itu adalah ISPA.
"Ini hasil penelitian, dan kelompok yang paling rentan setelah anak-anak, lansia itu adalah kaum ibu hamil," ucapnya, Sabtu, 9 September 2023.
Ia menjelaskan ibu hamil rentan ISPA dapat mempengaruhi kondisi janin didalam kandungan.
"Ibu yang pernapasannya terganggu terus, bisa menyebabkan suplai oksigen ke janin terganggu dan berdampak kurang baik. Sehingga, menyebabkan pertumbuhan janin terhambat," jelasnya.
--page
Dirinya menyampaikan ISPA biasanya disebabkan oleh bakteri, virus, atau mikroorganisme lainnya seperti kuman yang terhirup oleh manusia.
Kemudian, akan menyebabkan infeksi di lokasi saluran napas hingga menyebabkan gejala-gejala penyakit, seperti sakit tenggorokan, batuk berdahak, demam atau meriang.
"Bahkan asap bisa membawa vartikel-vartikel kecil dari zat-zat berbahaya apabila terhirup oleh kita itu berdampak tidak baik bagi kesehatan pernafasan," tandasnya. (MARINI/H)









